Tiga Nelayan yang Hilang di Selat Sunda Ditemukan Selamat, 7 Lainnya Masih Dicari

Metrobanten, Pandeglang – Hari kedua pencarian nelayan yang hilang di Laut Selat Sunda, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga nelayan. Total sudah 9 nelayan ditemukan dari 16 penumpang kapal yang terbalik.

Kasatpol Air Polres Pandeglang, AKP Dwi Hari Bagio Winarko mengatakan, para korban ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB, atau persis 48 jam sejak dilaporkan hilang.

Para korban yang tengah terapung di lautan, kata Dwi, ditemukan oleh KM Duta Samudra yang melintas di Perairan Selat Sunda, persisnya di Tanjung Alang-alang.

Baca juga: Usai Aksi Penembakan di GLC, John Kei Ditangkap Bersama 25 Anak Buahnya

“Mereka ditemukan di Tanjung Alang-alang. Makanya kita langsung berangkat ke sana kita langsung evakuasi, sudah dalam perjalanan menuju ke darat,” kata Dwi, Sabtu, 20 Juni 2020.

Kepala Kantor Basarnas Banten Zaenal Arifin mengatakan, tiga nelayan ditemukan selamat setelah ditolong oleh kapal nelayan lainnya di sekitar Pulau Panaitan.

“Alhamdulillah, mereka ditemukan dan ditolong oleh nelayan lain, kemudian dievakusi oleh tim SAR gabungan,” kata Zaenal melalui pesan tertulis WhatsApp kepada Kompas.com, Minggu (21/6/2020).

Baca juga: Kapolda Banten Terjun Langsung Bagikan Sembako Ke Rumah Warga di Padarincang

Ketiga nelayan tersebut ditemukan dua hari setelah peristiwa kapal terbalik pada Kamis (18/6/2020). Kapal yang hendak ke Pulau Rakata tersebut karam dihantam ombak, dari 16 penumpang, 6 di antaranya sudah dievakuasi pada Jumat.

Menyusul tiga lainnya ditemukan selamat pada Sabtu menjelang malam. Zaenal mengatakan, tim SAR gabungan masih berupaya untuk melakukan pencarian terhadap 7 nelayan lainnya yang masih hilang.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri perairan Selat Sunda serta menyisir pulau-pulau sekitar seperti Pulau Rakata, Pulau Sangiang, Pulau Ular hingga ke wilayah Tanjung Belimbing, Pesisir Barat, Lampung.

Upaya pencarian sempat dihentikan pada Sabtu Malam dan dilanjutkan kembali pada keesokan harinya. Dilaporkan sebelumnya, KM Puspita Jaya yang berpenumpang 16 nelayan berangkat dari Labuan, Pandeglang untuk mencari ikan di perairan Pulau Rakata, Kamis (18/6/2020).

Saat dalam perjalanan, kapal dihantam gelombang hingga mengakibatkan kapal terbalik. Sebanyak 16 nelayan berusaha untuk berenang ke Pulau Rakata namun tidak berhasil, 6 nelayan kembali ke kapal, 10 lainnya hilang. (Red)

Check Also

Pembangunan zona integritas sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing-masing individu.

Kejari Kota Tangerang Canangkan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi

  Metrobanten, Tangerang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang berkomitmen mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup