Seminar Hardiknas PWI, Ketua DPRD Kota Tangerang Soroti Bahaya Hoaks

Metrobanten – Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menyoroti tantangan besar dunia informasi di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat menghadiri seminar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan bertema “Peran Organisasi Pers dalam Menghadapi Wartawan Tidak Profesional serta Membangun Literasi Media yang Sehat” itu berlangsung di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Puspem Kota Tangerang.
Seminar tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam, Ketua PWI Banten Rian Nopandra, Ketua PWI Kota Tangerang Herwanto, kepala sekolah, guru, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Rusdi Alam mengapresiasi tema seminar yang dinilai relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memunculkan berita bohong atau hoaks.
Menurutnya, perkembangan teknologi AI membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang benar dan tidak benar.
“Sekarang kita hidup di era digital dan AI. Informasi menyebar begitu cepat melalui media sosial, WhatsApp, dan berbagai platform digital. Kadang masyarakat sulit membedakan mana berita yang benar dan mana yang hoaks,” ujar Rusdi.
Ia menilai kondisi tersebut melahirkan fenomena post-truth, yakni situasi ketika sebuah informasi dianggap benar karena terus diulang, meskipun belum tentu sesuai fakta.
“Yang salah bisa dianggap benar karena diulang terus-menerus. Ini yang berbahaya. Maka masyarakat perlu dibekali kemampuan menyortir informasi dengan baik,” katanya.
Rusdi menegaskan, media memiliki peran strategis dalam membangun pola pikir masyarakat. Karena itu, profesionalisme wartawan dan literasi media dinilai menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital.
“Pers yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sehat. Pemberitaan yang baik akan membentuk karakter masyarakat yang baik juga,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun hubungan harmonis antara pemerintah, dunia pendidikan, dan insan pers. Menurutnya, semua pihak memiliki peran saling mendukung dalam menyampaikan informasi yang sehat kepada masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, media juga tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus membangun sinergi dan saling mendukung,” ungkapnya.
Rusdi turut mendorong adanya edukasi literasi media yang lebih masif di lingkungan sekolah, terutama bagi generasi muda yang sejak kecil sudah akrab dengan media sosial dan gawai.
Menurutnya, anak-anak perlu diberikan pemahaman tentang cara memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun konten negatif di internet.
“Anak-anak Gen Z sekarang dari kecil sudah pegang handphone. Bahkan kadang pengaruh media sosial lebih kuat dibanding pola asuh orang tua. Maka mereka harus dibekali kemampuan memfilter informasi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seminar seperti yang digelar PWI Kota Tangerang dapat terus berlanjut dan diperluas hingga ke sekolah-sekolah.
“DPRD Kota Tangerang tentu mendukung kegiatan yang membangun literasi media sehat dan mendorong lahirnya wartawan profesional,” pungkasnya.
Menutup sambutannya, Rusdi Alam menyampaikan pantun tentang pentingnya menjaga etika pers.
“Pergi ke pasar membeli pena, Pena dibawa bersama buku. Kalau pers dijaga dengan etika, Masyarakat cerdas, bangsa pun maju.” (Wan)









