Warga Pelosok Desa di Lebak Dapat Manfaatkan Jembatan yang Dibangun UEA

Warga Pelosok Desa di Lebak Dapat Manfaatkan Jembatan yang Dibangun UEA
Lembaga Hilal Ahmar (Bulan Sabit Merah) Uni Emirat Arab (UEA) meresmikan Jembatan Gantung Ciwaru yang terletak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis, 22 April 2021.

 

Metrobanten, Lebak – Lembaga Hilal Ahmar (Bulan Sabit Merah) Uni Emirat Arab (UEA) meresmikan Jembatan Gantung Ciwaru yang terletak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis, 22 April 2021. Jembatan ini dibangun dengan biaya penuh dari pemerintah UEA.

Hadir dalam acara pembukaan ini para diplomat dari Kedutaan UEA di Jakarta, sejumlah pejabat dari pemerintah daerah, kepolisian dan TNI, warga setempat, dan tim pelaksana proyek di lapangan.

Jembatan sepanjang 100 meter ini menghubungkan Desa Ciwaru dan Desa Pasir Tanjung yang terletak di kedua sisi Sungai Ciberang, Kabupaten Lebak. Jembatan gantung ini sangat membantu kelancaran kegiatan ekonomi dan sosial di antara kedua desa tersebut dengan desa-desa tetangga.

Tanpa menggunakan jembatan itu, warga terpaksa harus menempuh perjalanan sejauh 5 kilometer untuk mencapai desa yang terletak di seberang sungai. Jembatan ini membantu sekitar 1.000 keluarga, dan diperkirakan ada 1.000 orang yang akan melewatinya setiap hari.

Baca juga: Bulan Sabit Merah Emirat UEA Bangun Jembatan Gantung di Kabupaten Lebak

Masyarakat pelosok desa di Kabupaten Lebak Provinsi Banten memanfaatkan jembatan gantung yang dibangun relawan Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab (UEA).

“Kami merasa senang bisa melintasi jembatan gantung itu,” kata Junaedi (45), seorang warga Kabupaten Lebak, Sabtu.

Lokasi jembatan gantung yang dibangun relawan Bulan Sabit Merah UEA menghubungkan antardesa Pasir Tanjung Kecamatan Rangkasbitung dan Desa Sangiang Tanjung Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak.

Jembatan gantung di pelosok desa itu dinamakan jembatan “Indiana Jones” dan dibangun oleh PT Krakatau Steel tahun 2012.

Baca juga: Presiden RI Jokowi Sampaikan Tiga Pandangan pada KTT Perubahan Iklim

Namun, kata dia, awal Desember 2020 kondisi jembatan tersebut kembali rusak berat setelah diterjang banjir.

“Kami berharap jembatan itu sebagai penggerak ekonomi juga kegiatan sosial, kesehatan dan pendidikan warga setempat mampu bertahan lama,” katanya menjelaskan.

Begitu juga Heri (40) warga Desa Sangiang Tanjung Kabupaten Lebak mengaku dirinya kini melintasi jembatan gantung karena dapat mempersingkat menuju Kota Rangkasbitung.

Dimana Rangkasbitung itu sebagai pusat kota Kabupaten Lebak, sehingga warga memanfaatkan jembatan gantung yang dibangun relawan dari UEA.

“Kami sekarang setiap hari melintasi jembatan gantung itu setelah diresmikanya,” katanya menjelaskan.

Muhammad Arif Kardiat, relawan kampung mengatakan konstruksi jembatan gantung Indiana Jones sepanjang 100 meter dengan lebar 1,6 meter sesuai standar PUPR.

Kekuatan jembatan gantung itu pada tali sling dari baja, sehingga kokoh dan kuat.

“Kami minta warga setempat secara swadaya tetap merawat jembatan gantung agar bertahan puluhan tahun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahaan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lebak Maman Suparman mengatakan saat ini jumlah jembatan gantung yang kondisinya rusak berat dan ringan mencapai ratusan unit.

Selama ini, kata dia, Kabupaten Lebak masuk kategori terbanyak jumlah jembatan di Provinsi Banten, karena dilintasi sungai besar dan anak sungai.

Pemerintah Kabupaten Lebak sangat berterimakasih atas kepedulian relawan Bulan Sabit Merah UEA dan relawan kampung yang peduli membangun jembatan Indiana Jones.

“Kami mengapresiasi jembatan gantung itu, karena dilintasi masyarakat untuk menopang ekonomi sehari-hari,” katanya. (red)

Check Also

Armand Maulana Bersama Anak dan Istri Rayakan Idul Fitri di Inggris

Armand Maulana Bersama Anak dan Istri Rayakan Idul Fitri di Inggris

  Gaya Hidup – Musisi Armand Maulana berencana untuk merayakan Lebaran di Inggris. Hal itu karena, putri ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup