Dua Desa Masih Terisolir Usai Banjir dan Tanah Longsor di Lebak Banten

Metrobanten, Lebak – Banjir melanda sejumlah lokasi di Banten,  Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) pada hari pertama di tahun 2020, Rabu (1/1/2020) masih meninggalkan kerusakan seputar wilayah seperti halnya dua desa di wilah Lebak Provinsi Banten yang terisolir dan belum bisa di evakuasi akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mengungkapkan masih ada dua desa yang terisolir dan belum bisa dievakuasi selama lima hari bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten.

Kedua desa itu yakni Kampung Gunung Julang, Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebak Gedong dan di Desa Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten.

“Daerah yang terisolir ada dua, yaitu di Gunung Julang di Desa Lebaksitu, kecamatan Lebak Gedong. Kemudian juga di Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong,” kata Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, ditemui di jembatan putus Kecamatan Sajira, Minggu (05/01/2020).

Di Desa Cigobang, setidaknya ada 560 Kepala Keluarga (KK) yang masih terisolir. Sedangkan di Kampung Gunung Julang, Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebak Gedong belum bisa diketahui datanya, lantaran akses yang sulit untuk sampai ke lokasi tersebut.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan telah membentuk 11 Posko Kesehatan di lokasi pengungsian. Sebanyak 6.111 pengungsi telah terlanyani di posko yang telah dibentuk.

Hingga hari Sabtu (5/01/2020) korban banjir yang telah mendapatkan layanan kesehatan di Posko Kesehatan Dinkes Pemprov Banten mencapai 6.111 orang. Dengan sebaran: Kabupaten Lebak 2.909 orang, Kabupaten Tangerang 1836 orang, Kota Tangerang Selatan 604 orang, Kota Tangerang 465 orang, dan Kabupaten Serang 297 orang.

Kasus terbanyak yang melanda korban banjir adalah dermatitis (1.530 orang), ISPA (1.191), Febris (853), Gastritis (696), Myalgia (655), Hipertensi (433), Cephalgia (300), GE/Diare (179), serta Dispepsia (141). Sedangkan kasus-kasus lainnya di bawah 50 orang.

 

(arsa/bbs)

 

 

Back to top button