Ribuan Nelayan di Lebak Selatan Tidak Bisa Melaut Akibat Cuaca Buruk

Ribuan Nelayan di Lebak Selatan Tidak Bisa Melaut Akibat Cuaca Buruk
Tak Melaut, Ratusan Kapal Nelayan Bersandar di Lebak Banten

Metrobanten, Lebak – Terjadinya cuaca buruk pesisir pantai Lebak selatan membuat ribuan nelayan tidak melaut dalam seminggu terakhir. Para nelayan memilih di rumah sambil memperbaiki alat tangkap ikan, seperti perahu, jaring, dan mesin kapal.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangen Ahmad Hadi mengatakan, gelombang tinggi di laut selatan membuat para nelayan terpaksa tidak pergi mencari ikan. Jika memaksa melaut, mereka khawatir diterjang gelombang dengan ketinggian mencapai empat sampai lima meter.

“Mayoritas nelayan enggak berani melaut. Tapi ada juga yang nekat mencari ikan. Walaupun jumlahnya enggak banyak,” kata Ahmad Hadi kepada Radar Banten, Selasa (28/7).

Baca juga: Gubernur WH: Warga Banten Yang Beraktifitas di Zona Merah Harus Tetap Jaga Diri untuk Tekan Sebaran dan Penularan Covid-19

Nelayan di Kecamatan Wanasalam sampai Cilograng diimbau untuk tetap waspada. Jika kondisi cuaca ekstrem terjadi maka para nelayan lebih baik berdiam diri di rumah. Jangan memaksakan diri, karena potensi terjadinya kecelakaan laut cukup tinggi.

“Imbauan agar waspada terhadap gelombang tinggi sudah disampaikan kepada semua nelayan melalui pegawai TPI maupun kelompok nelayan di pesisir pantai Lebak selatan. Sebagian besar mengikuti imbauan tersebut, karenanya hasil tangkapan nelayan berkurang drastis,” jelasnya.

Baca juga: Kapolda Banten Salurkan 1 Ton Beras ke Kampung Tangguh Nusantara di Pasar Kemis

Biasanya, hasil tangkapan ikan nelayan Binuangeun lebih dari 15 ton per hari. Namun sekarang kurang dari lima ton per hari.

Hadi berharap, cuaca ekstrem cepat berlalu dan para nelayan kembali beraktivitas normal di laut. Kalau terus menerus seperti sekarang maka para nelayan akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup anak dan istrinya.

“Saya harap musim paceklik tidak berkepanjangan. Hal ini tergantung dari cuaca di perairan Lebak selatan. Kalau cuaca buruk terus maka nelayan akan dirugikan,” terangnya.

Herdiana, Kepala Desa Cirendeu, Kecamatan Cilograng, membenarkan, cuaca ekstrem di perairan Lebak selatan membuat penghasilan nelayan menurun. Bahkan, sebagian nelayan memilih tidak berangkat melaut, karena ikannya sulit didapatkan.

Mereka memilih berdiam diri di rumah atau pergi ke pesisir pantai untuk memperbaiki perahu dan alat tangkap ikan lainnya.

Dia meminta kepada nelayan untuk tidak memaksakan diri berangkat melaut. Apalagi cuaca sulit ditebak. Saat berangkat melaut cuaca cerah, namun ketika sudah di tengah laut cuaca tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang. Kondisi tersebut tentu membahayakan bagi keselamatan nelayan.

“Pokoknya kalau memang kondisinya membahayakan maka saya sarankan untuk tidak melaut terlebih dahulu. Ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut,” harapnya. (red/rb)

Check Also

Anggota DPRD Dorong Pemkot Tangerang Bangun Sarana Utilitas

Anggota DPRD Dorong Pemkot Tangerang Bangun Sarana Utilitas

  MetroBanten, Tangerang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang menyoroti banyaknya galian di ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup