Pertamina Pastikan Stok LPG 3Kg di Kota Tangerang Aman

Pertamina Pastikan Stok LPG 3Kg di Kota Tangerang Aman
Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah, yakni Rp16.000.000 per tabungnya.

 

Metrobanten, Tangerang – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa Bagian Barat memastikan stok dan penyaluran LPG 3 Kilogram (Kg) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kota Tangerang aman.

Unit Manager Communication, Relations CSR MOR III, Eko Kristiawan di Tangerang, Senin, mengatakan, dari 43 agen serta 883 pangkalan resmi Pertamina di wilayah Kota Tangerang, pihaknya saat ini sudah menambahkan penyaluran pasokan LPG subsidi sebanyak lebih dari 2 ribu tabung, atau sekitar 3 persen dari penyaluran normal bulanan yaitu lebih dari 74 ribu tabung.

“Penambahan alokasi tersebut bersifat situasional. Kami terus melakukan pemantauan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Tangerang,” kata Eko.

Baca juga: Ketum NasDem Surya Paloh Positif COVID-19 dan Menjalani Perawatan di RSPAD

Ia menuturkan, untuk harga LPG yang ada di seluruh pangkalan wilayah Kota Tangerang dipastikan sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah, yakni Rp16.000.000 per tabungnya.

“Untuk mendapatkan harga sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur, masyarakat dihimbau untuk membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi Pertamina. Selain harga yang sesuai, masyarakat bisa mendapatkan LPG yang terjamin kualitasnya,” katanya.

Ia menambahkan, dalam memastikan ketersediaan LPG tersebut pihaknya bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan agen-agen terus melakukan koordinasi untuk melakukan pemantauan stok.

Baca juga:  Bank Banten Dapat Suntikan Dana Rp1,6 Triliun dari Pemprov

“Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, LPG 3 Kilogram bersubsidi diperuntukkan hanya bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro,” kata dia.

Ia mengungkapkan, sedangkan untuk masyarakat yang tergolong mampu agar diharapkan untuk menggunakan LPG Non Subsidi Bright Gas 5,5 Kilogram dan 12 Kilogram agar pendistribusian LPG subsidi lebih tepat sasaran.

“Usaha mikro adalah usaha dengan aset maksimal 50 juta dan omset maksimal 300 juta per tahun. Kalau untuk masyarakat yang tergolong mampu agar menggunakan LPG non subsidi,” kata dia. (red)

Check Also

Polsek Cipondoh Tangkap Jaringan Penadah Motor Curian Antar Provinsi

Polsek Cipondoh Tangkap Jaringan Penadah Motor Curian Antar Provinsi

  Metrobanten, Tagerang – Polsek Cipondoh berhasil mengungkap sindikat jaringan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) antar ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup