Pemprov Banten akan Bangun Pelabuhan Ikan Terpadu di Cikeusik Pandeglang

Pemprov Banten akan Bangun Pelabuhan Ikan Terpadu di Cikeusik Pandeglang
Bupati Pandeglang Irna Narulita saat bertemu dengan Kepala Dinas Kelautan Provinsi Banten Eli Susiyanti di Pendopo Pandeglang.

 

Metrobanten, Pandeglang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten rencananya segera membangun Pelabuhan Perikanan Terpadu Banten Selatan Cikeusik-Binuangeun.

Diharapkan pelabuhan tersebut mampu memberdayakan sumber daya lokal yang ada di wilayah tersebut.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengungkapkan, bakal ada pembangunan Pelabuhan Ikan Terpadu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di Kecamatan Cikeusik antara perbatasan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

“Kami harap para nelayan kami diberdayakan, sejauh ini upaya yang dilakukan mereka (nelayan) hanya cukup makan saja, adanya pelabuhan ini kami harap mereka jadi garda terdepan,” ujar Bupati Pandeglang, Irna Narulita, saat rapat dengan Kepala Dinas Kelautan Provinsi Banten, Eli Susiyanti, di Pendopo Bupati Pandeglang, Senin (24/5/2021).

Pembuatan pelabuhan ini merupakan program strategis yang harus didukung oleh Pemkab Pandeglang. Sebab, dengan adanya pelabuhan ini diharapkan juga mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pandeglang.

Baca juga: Bupati Lebak Harap Pembangunan KIT tidak Merusak Lingkungan

“Sesuai RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) di Kecamatan Cikeusik diperuntukan industri.  Semoga itu terealisasi dengan baik, dan harapan saya dapat dilaksanakan dalam waktu yang tidak cukup lama,” ungkap Irna, saat ditemui di Pendopo Bupati Pandeglang, beberapa waktu lalu.

Menurut Irna, pembuatan Pelabuhan Perikanan Banten Selatan itu merupakan program strategis. Sebab kata dia, semua bisa tercerahkan.

“Ekonomi masyarakat meningkat dan semoga juga ada peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Pandeglang, karena selama ini masih bergantung kepada transfer dana pusat,” harapnya.

Selain itu, wanita berkerudung setelah terwujudnya Pelabuhan Perikanan Terpadu bisa memberdayakan sumber daya lokal yang ada di wilayah tersebut.

“Kami harap para nelayan kami diberdayakan. Sejauh ini upaya yang dilakukan mereka (nelayan) hanya cukup makan saja. Adanya pelabuhan ini, kami harap mereka jadi garda terdepan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan Provinsi Banten, Eli Susiyanti mengatakan, rencana percepatan Pembangunan Pelabuhan Perikanan Banten Selatan terpadu, ini mendapatkan dukungan dari semua pihak baik Gubernur Banten maupun Pemerintah Pusat.

“Mudah-mudahan nggak direfocusing. Intinya kami ingin melakukan yang lebih baik di perikanan, khususnya kawasan Pelabuhan Perikanan Terpadu,” katanya.

“DED (Detail Engineering Design) kawasan terpadu akan diajukan di perubahan anggaran tahun 2021, diperkirakan Agustus-Oktober mendatang,” tambahnya.

Baca juga: PB Mathlaul Anwar Usulkan ada Fatwa Mengikat Terkait Pembatalan Keberangkatan Haji

Menurutnya, potensi perikanan akan jadi penunjang utama jadi peningkatan PAD di Banten.

“Sejauh ini sektor kelautan Banten belum bisa dijadikan sektor andalan PAD. Padahal potensi luar biasa, kami harap pelabuhan perikanan ini menambah nilai ekonomi bagi Banten dan Kabupaten,” harapnya.

Masih kata Eli, dampak dibangunnya Pelabuhan Perikanan Banten Selatan terpadu sangatlah signifikan, diantaranya tumbuhnya aktifitas ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan kinerja pembangunan kelautan dan perikanan dan penataan kawasan kumuh.

“Produksi perikanan tangkap, nilai tukar nelayan, pendapatan nelayan, tingkat konsumsi ikan, retribusi PAD, PDRB, Ekspor Perikanan akan meningkat,” pungkasnya. (red)

Check Also

Bareskrim Ungkap Adelin Lis Lakukan 2 Tindak Pidana Selama Buron Kasus Pembalakan Liar

Bareskrim Ungkap Adelin Lis Lakukan 2 Tindak Pidana Selama Buron Kasus Pembalakan Liar

Adelin Lis terlibat kasus pembalakan liar kemudian dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada 2008. Adelin ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup