Pemkot Tangsel Perkuat Pelayanan Publik Berbasis Teknologi

Metrobanten – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong perangkat daerah menghadirkan inovasi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat.
Beragam inovasi kini dikembangkan, mulai dari layanan kesehatan, administrasi pemerintahan, pengelolaan aset, hingga layanan berbasis digital.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, inovasi tidak boleh berhenti sebagai gagasan atau sekadar mengejar penghargaan. Setiap inovasi harus memberikan dampak nyata terhadap kemudahan dan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
“Inovasi itu harus memberikan kemudahan, terutama dalam pelayanan publik bagi masyarakat. Jadi, inovasi dari kita ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Benyamin, Kamis (20/8/2026).
Menurut Benyamin, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat membuat pemerintah harus terus beradaptasi.
“Zaman sekarang, semua pelayanan harus berbasis teknologi, sehingga masyarakat merasakan kemudahan dan kecepatan dalam setiap pelayanan yang kita hadirkan,” kata Benyamin.
Beragam inovasi telah dikembangkan di sejumlah perangkat daerah, rumah sakit, hingga puskesmas di Kota Tangerang Selatan.
Di tingkat perangkat daerah, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menghadirkan SISTARI (Basis Data Riset dan Inovasi). Sementara, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mengembangkan Petakan Asetku, yakni penguatan pengamanan aset tanah melalui sistem pemetaan digital berbasis koordinat.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memiliki Aplikasi Pelayanan Informasi Kepegawaian Dispora Kota Tangerang Selatan. Sedangkan, Kecamatan Ciputat Timur menghadirkan SAPU CIPTIM.
Pada sektor rumah sakit, RSU Kota Tangerang Selatan memiliki IMANJA (Informasi Monitoring Jadwal Dinas dan Aktivitas Harian Real Time), SINGANGENIN (Sistem Manajemen Pengendalian dan Pengelolaan Line), serta Informasi Antrian Live Pendaftaran.
Sementara, RSUD Pondok Aren mengembangkan HERO (Hospital Electronic Registration Online) dan DISIKAT (Diskusi Seputar Informasi Kesehatan Masyarakat).
Inovasi juga banyak dikembangkan di tingkat puskesmas dengan fokus pada persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Puskesmas Bakti Jaya memiliki Ngider TB dan JAMBU (Jalin Ibu Hamil dengan Kelas Ibu). Puskesmas Bambu Apus menghadirkan SIMO (Stiker Inget Minum Obat), sedangkan Puskesmas Pondok Benda Baru memiliki JUS JOKJA (Jumat Sehat di Pojok Jamu).
Di Puskesmas Ciater terdapat MENTARI CETING (Menuju Ibu Balita Cerdas dan Sehat Tanpa Stunting). Kemudian Puskesmas Ciputat Timur menghadirkan MANIS HADIR UNTUK BERSAMA (Mari Ikut Prolanis Hipertensi dan Diabetes Mellitus Terkendali untuk Hidup Berkualitas ), serta GEBET SI MANIS (Gerakan Berantas TB pada Pasien Kencing Manis).
Puskesmas Cirendeu memiliki sejumlah inovasi, yakni SI KRIWIL (Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi Bina Wilayah), SEPAKAT (Sembuh Pengobatan TB Mendapat Sertifikat), CEMILAN MAK GEBOY (Cirendeu Senam Hamil Mama Gembira Bersama Okey), dan IMUT PISAN (Ibu Bermutu Anak Pintar Sehat Berwawasan).
Sementara itu, Puskesmas Keranggan menghadirkan MENTARI BERSINAR, dan Puskesmas Jombang memiliki PARASETAMOL (Pasien Penyakit Kronis Patuh, Sehat, Tanggap Minum Obat dengan Konseling).
Inovasi terbanyak tercatat di Puskesmas Jurang Mangu, yang menghadirkan Mari Juragan (Remaja Putri Jurang Mangu Bebas Anemia), CINTA MASJUAN, Si MASJUAN, MAS PI’I (Masyarakat Peduli HIV AIDS), GELIS SIMANIS (Gerakan Lintas Hipertensi dan Kencing Manis), GESIT (Gerakan Sikat Jentik), PELANGI BIRU (Pelayanan Klinik Sanitasi via Rujukan), LADENI K-INDERA, CAKAP IMUT SEKALI, PROME NIGHT (Promosi Kesehatan Memberikan Informasi Kesehatan), JELITA (Jendela Laporan dan Identifikasi Bahaya di Tempat Kerja), POS KESUMA, SI PANDA (Sistem Integrasi Pelayanan Calon Pengantin Dini dan Akurat), Tumbuh Riang, PMO (Program Kepatuhan Minum Obat dan Edukasi Keluarga ODGJ), SILATURAHMI MANIS, SIMAS GANTENG, SIHADJI, serta PEKA SEJIWA.
Berikutnya, Puskesmas Kampung Sawah memiliki ABAYA (Akte Lahir Bayi Anda) dan SIPOKUS (Sistem Pendaftaran Online Puskesmas Kampung Sawah). Puskesmas Kedaung menghadirkan GALA TB (Gerakan Aktif Skrining, Pengenalan, dan Pengobatan TBC).
Puskesmas Lengkong Karya mengembangkan PDKT-PTM (Periksa dan Kenali Tanda Penyakit Tidak Menular) serta Bude Hemi (Bugar dengan Herbal Alami). Sementara Puskesmas Lengkong Wetan memiliki SEJIWA (Sehat Jiwa Warga), INFUSET (Informasi Seputar Obat) dan GAS POL SEGAR MANIS (Gerakan Terkontrol Sehat Bugar Bersama Prolanis).
Di Puskesmas Paku Alam terdapat SPATU NYARING (Sistem Pelayanan Pasien Lansia Satu Pintu Nyaman dan Ringkas). Puskesmas Pamulang Timur menghadirkan SAHABAT (Sayangi Kerabat, Bebaskan TB).
Sementara Puskesmas Parigi memiliki inovasi Cara Begini Cara Menghapus Akun KrediOne, Berikut Cara Hapus Akun KrediOne, dan Puskesmas Pisangan mengembangkan BIMASAKTI (Bina Masyarakat Bebas Masalah Gizi dan TB).
Di Puskesmas Pondok Aren, terdapat DALANG PERKASA (Datang Langsung Periksa Ibu Hamil dan Imunisasi Anak) serta GEROBAK SEHAT (Gerakan Ronda Bareng Anak Gizi Tumbuh Kembang, TBC).
Puskesmas Pondok Betung menghadirkan GEMILANG (Gerakan Imunisasi Gigi Cemerlang), sedangkan Puskesmas Pondok Cabe Ilir memiliki PASTI HEBAT BESTI (MPASI Kaya Protein Hewani untuk Buah Hati Bebas Stunting).
Selanjutnya, Puskesmas Pondok Jagung memiliki MAHABA (Mama Hamil Bahagia). Puskesmas Pondok Kacang Timur menghadirkan Mani-Mani-Nari (Mantoux Keliling dan Mencari Dahak Kesana-Kemari), KANTOR RT BAPER TBC (Kolaborasi Antar Sektor Rukun Tetangga Bersama Peduli TBC) dan PELOPOR JIWA (Pelayanan Terpadu dengan Lintas Sektor Jiwa).
Puskesmas Pondok Pucung mengembangkan GRANAT (Gerakan Anti Nyamuk Awas Jentik) dan WEDINK JAHE PUCUNG (Welcome Drink Jamu Herbal Pondok Pucung). Kemudian Puskesmas Pondok Ranji memiliki SILASIK (Si Lulus ASI Eksklusif).
Di Puskesmas Rawa Buntu, terdapat PERI GIGIMU (Periksa Kesehatan Gigi Ibu Hamil) dan Raja Ratu Sehat (Ramuan Jamu Rawa Buntu Kesehatan Tradisional). Puskesmas Rawa Mekar Jaya menghadirkan SIPASTI (Sistem Pelaporan Satu Pintu) dan Akupresure Bayi Gizi Kurang (ABGKU).
Sementara Puskesmas Rengas memiliki POPEYE (Pesan Online Upaya Kesehatan Masyarakat Elektronik), sedangkan Puskesmas Serpong II mengembangkan GERAI BUTIK (Gerakan Ramai-Ramai untuk Bebas Jentik).
Di Puskesmas Setu, terdapat GEMPITA (Gerakan Remaja Putri Minum Tablet Tambah Darah) dan DARLING (Dahak Rutin Keliling) TBC. Terakhir, Puskesmas Situ Gintung menghadirkan Morumpi (Mobile Grup Bumil Resti Pasti Tertangani) dan DIDI TOGA (Direktorat Digital Tanaman Obat Keluarga). (red)









