NFZ Slingshot Open Tournament Meriahkan Extradisional Fest di Ciledug

NFZ Slingshot Open Tournament Meriahkan Extradisional Fest di Ciledug
NFZ Slingshot Open Tournament Meriahkan Extradisional Fest di Ciledug

Metrobanten – NFZ Slingshot Open Tournament 2026 yang diselenggarakan NFZ Slingshot Indonesia di Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Minggu (30/8/2026).

NFZ Slingshot Open Tournament 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni kategori pemula yang diikuti 50 peserta dan profesional dengan 150 peserta yang berasal dari Jabodetabek, Bandung, Jawa Tengah hingga Kalimantan.

Turnamen tersebut juga menjadi rangkaian Extradisional Fest 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar Karang Taruna Sudimara Selatan Unit 05.

CEO NFZ Slingshot Indonesia Ahmad Andi Jazuli mengatakan, penyelenggaraan turnamen di wilayah tersebut merupakan yang pertama bagi NFZ Slingshot Indonesia. Kegiatan tersebut turut melibatkan komunitas ketapel dari berbagai daerah serta berkolaborasi dengan karang taruna setempat.

Menurutnya, ketapel yang dahulu dikenal sebagai permainan masa kecil kini telah berkembang menjadi olahraga yang memiliki teknik dan tantangan tersendiri.

“Pertama, kita seperti bernostalgia dengan permainan masa kecil. Kedua, ada tantangan untuk menembak target. Awalnya kita berpikir bagaimana target sekecil itu bisa ditembak menggunakan ketapel, ternyata ada tekniknya. Itu yang kita pelajari dan ternyata seru,” ujar Andi.

Andi menilai, Indonesia juga memiliki atlet-atlet ketapel potensial yang dapat bersaing di tingkat internasional. Ia berharap perkembangan olahraga ketapel mendapatkan dukungan lebih luas, termasuk untuk membawa atlet Indonesia mengikuti kompetisi dunia.

Tak hanya menghadirkan turnamen ketapel, Extradisional Fest 2026 juga diisi dengan Bazar UMKM serta pameran dan galeri barang antik.

Salah satu konsep yang dihadirkan dalam galeri tersebut adalah suasana rumah tradisional lengkap dengan berbagai benda yang menggambarkan kehidupan pada masa lalu.

Ketua Karang Taruna Sudimara Selatan Unit 05, Fawaz Ramadhan menjelaskan, galeri tersebut dihadirkan sebagai sarana untuk mengenalkan kembali kehidupan dan benda-benda tradisional kepada generasi muda.

“Di galeri ini konsepnya ada rumah-rumah jadul seperti rumah zaman dulu. Memang belum terlalu lengkap, tetapi kami berupaya agar esensi rumah tradisional dan alat-alat zaman dahulu sedikit demi sedikit bisa diketahui teman-teman maupun adik-adik kita.,” ujarnya.

“Kami berharap event ini dapat membangkitkan semangat generasi muda dengan dukungan para orang tua dan senior. Bagaimana kita bisa berkolaborasi menjaga tradisi dan budaya, mulai dari permainan, keterampilan, kesenian, hingga cara hidup orang-orang terdahulu agar esensinya tidak hilang,” sambungl Fawaz.

Antusiasme juga dirasakan peserta yang datang dari luar Kota Tangerang. Maman Abdurachman, peserta asal Bandung yang telah menggeluti olahraga ketapel sejak 2014, mengatakan turnamen tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi komunitas ketapel dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pertama memang untuk mengikuti turnamen. Kedua, yang paling penting untuk bersilaturahmi. Kami sangat bangga permainan ketapel sekarang semakin maju dan semakin besar. Mudah-mudahan anak-anak usia dini maupun junior semakin tertarik terhadap permainan ketapel ini,” ungkap Maman.

Melalui kolaborasi NFZ Slingshot Open Tournament 2026 dan Extradisional Fest 2026, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara olahraga tradisional, komunitas, UMKM, serta upaya mengenalkan kembali tradisi kepada generasi muda dalam momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kota Tangerang. (red)

Back to top button