Keluhkan RS Sintanala, Forum Komunitas Kusta Sambangi DPRD Kota Tangerang
Metrobanten, Kota – Forum Komunitas Kusta sambangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, diterima langsung oleh HM Sjaifuddin Z Hamadin anggota Komisi IV dari Partai Amanat Nasional (PAN) diruangannya.
Mereka mengeluhkan pelayanan yang diterima pasien jauh berubah tidak seperti dulu. Rumah Sakit Kusta (RSK) yang terbilang besar untuk melayani para penderita Kusta di Kota Tangerang, seharusnya bertambah lebih baik pelayananannya. Namun saat ini jauh berbanding terbalik.

“Ya, sekarang pelayanan terhadap pasien kusta sudah merosot, tidak seperti dulu. Pelayanan saat ini kami rasakan sangat tidak pro kepada pasien Kusta. Mereka lebih mendahulukan pasien umum dibanding kita. Tidak seperti dulu. Kami dilayani dengan baik sampai sembuh dan dinyatakan sudah bebas dari bakteri Mycobacterium leprae penyebab Kusta,” ujar Komarudin salah satu mantan penyakit Kusta.
Mereka juga mengaku kerap diterlantarkan pasca melakukan operasi kusta meskipun kondisi kesehatannya belum pulih, bahkan masih berdarah-darah. “Dulu beda, betul-betul diperhatikan sampai tuntas kita diberikan perawatan. Sekarang selesai operasi dibiarkan begitu saja. Dua hari langsung pulang. Dulu sampai berbulan-bulan bahkan tahunan itu, sekarang mah pasien kusta dilayani dibelakang,” katanya lagi.
Komarudin kembali menceritakan bahwa ia pernah mendapatkan perawatan yang sangat layak oleh pihak rumah sakit saat ia menjadi pasien pada tahun 1980-an. “Dulu keluhan saya banyak, sampai tidak terhitung. Tapi saya mah pasien emas karena full pelayanannya pas saya dioperasi TPT,” katanya.
“Memang kenyataannya seperti itu. Kok dulu saya dirawat sampai kenyang. Sejak dirawat lagi tahun 2015 malah tidak sesuai harapan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunitas Kusta Kota Tangerang, Amri menyampaikan bahwa para pasien kusta yang mengalami perlakuan di RSK Sitanala tersebut sangat banyak.
“Sekarang penderita kusta di Kota Tangerang ada sekitar 300 orang. Dan memang banyak yang mendapatkan pelayanan seperti ini,” tuturnya.
Menurutnya, pelayanan di RSK Sitanala sudah beralih fungsi. Para pasien kusta yang menjalani pengobatan di rumah sakit tipe A khusus Kusta tersebut tak diperhatikan.
“Pelayanannya itu kalau dulu namanya kusta itu benar-benar sampai sembuh baru dikeluarkan, biasanya 6 bulan dulu dirawat. Jika secara medis sembuh, baru dikeluarkan,” ucapnya.
Sementara, Anggota DPRD Kota Tangerang HM Sjaifuddin Z Hamadin usai mendengarkan keluhan menyebut pelayanan di rumah sakit tersebut terjadi disorientasi. Hal ini, kata dia, tidak boleh dibiarkan. Rumah Sakit tersebut harus memprioritaskan para pasien Kusta, sebab penyakit tersebut bukan penyakit biasa.
“Saya kira ini tidak bisa dibiarkan karena mereka itu bagian warga Kota Tangerang yang harus dibantu.Terlebih Rumah Sakit Kusta Sintanala sebagai Rumah sakit yang seharusnya menangani para pasien Kusta,” tuturnya.
“Ini empati kita bahwa permasalahannya harus diselesaikan. RS Sitanala itu melakukan pembiaran terhadap orang-orang yang punya penyakit kusta dan baru sehari dipulangkan. Kalau pun misalnya mereka pasien BPJS harus ada skema khusus,” papar Wakil Ketua Fraksi PAN ini.
Menurutnya, hal ini sudah disampaikan kepada anggota DPR RI Ali Taher dari Partai PAN dari Dapil Banten. “Kalau misalnya mereka pasien BPJS harus ada skema khusus, seluruh pihak terkait harus mengatasi persoalan yang menyangkut hak para penderita kusta ini. Nanti akan saya komunikasikan kembali dengan Kemenkes dan DPR RI Komisi IX,” tukasnya.
Diketahui, Kusta dikenal dengan nama lepra atau penyakit Hansen, adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, serta mata. Kusta bisa menyebabkan luka pada kulit, kerusakan saraf, melemahnya otot, dan mati rasa.
Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh.
(Des)









