DPRD Pastikan SPMB Kota Tangerang Berjalan Secara Transparan

Metrobanten – Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, berharap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Tangerang dapat berjalan lancar, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, proses penerimaan peserta didik baru merupakan agenda rutin tahunan yang harus dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi seluruh calon siswa.
“SPMB ini menjadi rutinitas tahunan yang kita selenggarakan. Mudah-mudahan seluruh prosesnya berjalan lancar dan mengikuti aturan yang berlaku. Hari ini semua sudah dilakukan berbasis sistem sehingga tidak ada lagi praktik-praktik titip menitip atau hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan,” ujar Rusdi Alam, Sabtu, 13 Juni 2026.
Ia menegaskan, penerapan sistem digital dalam proses penerimaan murid baru menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.
“Kalau prosesnya dijalankan dengan baik dan sesuai aturan, tentu hasilnya juga akan baik. Yang terpenting semua pihak mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
Terkait kemungkinan adanya kendala selama pelaksanaan SPMB, Rusdi mengakui bahwa persoalan teknis masih mungkin terjadi. Namun demikian, ia meminta agar setiap kendala yang muncul dapat segera ditangani oleh pihak terkait sehingga tidak mengganggu jalannya proses penerimaan siswa.
“Kendala teknis memang sering kali terjadi dalam pelaksanaan program yang melibatkan sistem dan jumlah peserta yang besar. Namun prinsipnya, persoalan tersebut harus segera dibereskan sebelum seluruh tahapan seleksi dan penerimaan selesai,” jelasnya.
Rusdi juga menyoroti komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak, termasuk bagi calon peserta didik yang belum dapat tertampung di sekolah negeri.
Menurutnya, melalui program unggulan Gampang Sekolah, Pemerintah Kota Tangerang telah menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah swasta dan yayasan pendidikan untuk menjadi alternatif bagi masyarakat.
“Hari ini kami bersama Wali Kota Tangerang memiliki komitmen yang sama melalui program Gampang Sekolah. Pemerintah Kota Tangerang telah bekerja sama dengan sejumlah sekolah swasta dan yayasan pendidikan sebagai alternatif bagi siswa yang belum terakomodasi di sekolah negeri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, siswa yang bersekolah melalui skema kerja sama tersebut tetap mendapatkan perlakuan yang sama tanpa dibebani biaya nonpersonalia yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Pada prinsipnya perlakuannya sama. Tidak ada beban biaya nonpersonalia yang dikenakan kepada masyarakat. Adapun kebutuhan personal seperti seragam dan perlengkapan sekolah tentu berlaku baik di sekolah negeri maupun swasta,” terangnya.
Lebih lanjut, Rusdi menyebut kerja sama tersebut juga melibatkan sejumlah Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang dapat menjadi pilihan bagi orang tua yang menginginkan keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan bagi anak-anak mereka.
“Nantinya masyarakat yang belum diterima di sekolah negeri akan diberikan informasi sekolah-sekolah yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Salah satunya adalah beberapa Madrasah Tsanawiyah yang bisa menjadi alternatif bagi wali murid yang menginginkan pendidikan umum dan pendidikan agama berjalan seimbang,” katanya.
Rusdi berharap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan berbagai jalur dan pilihan pendidikan yang telah disiapkan pemerintah sehingga tidak ada anak di Kota Tangerang yang kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
“Kami ingin memastikan seluruh anak-anak Kota Tangerang tetap mendapatkan haknya untuk bersekolah. Pendidikan adalah investasi masa depan yang harus bisa diakses oleh semua masyarakat tanpa terkecuali,” pungkasnya. (Wan)









