6 Keistimewaan Puasa Bulan Rajab: Menutup Pintu Neraka, Membuka Pintu Surga

6 Keistimewaan Puasa Bulan Rajab: Menutup Pintu Neraka, Membuka Pintu Surga
Umat Islam dianjurkan mengisi bulan Rajab dengan amal saleh dan menjauhi dosa-dosa. Foto/Ist.

 

Metrobanten, Tausiyah – Hari ini Sabtu (13/2/2021) kita sudah berada di bulan yang agung,Rajab 1442 Hijriyah. Sebagai bulan haram, umat Islam dianjurkan mengisinya dengan beramal saleh dan menjauhi dosa-dosa.

Bulan Rajab adalah bulan yang mulia. Bulan ini termasuk salah satu di antara empat bulan haram yang Allah muliakan, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, al-Muharram, dan Rajab.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan di dalam kitab Allah pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dari antaranya terdapat empat bulan Haram (bulan mulia). Demikian itu adalah ketentuan dalam agama yang lurus (Islam). Maka janganlah kalian berbuat zalim kepada diri kalian sendiri (yaitu berbuat kemaksiatan) dalam bulan-bulan Haram tersebut.” (QS. At-Tawbah: 36)

Dalam riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan,

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ، وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ.

“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa hingga kami menyangka beliau tidak berbuka; dan beliau berbuka hingga kami menyangka beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Dan aku juga tidak pernah melihat satu bulan yang beliau banyak berpuasa padanya kecuali Sya’ban.” (Shahih Muslim, 6/37, no. 1960. Sunan Abu Daud, 6/406, no. 2075)

Menurut perhitungan kalender Hijriah, bulan Rajab jatuh pada hari ini, Sabtu (13/2/2021) dan akan berakhir pada tanggal 14 Maret 2021.

Puasa dalam bulan Rajab hukumnya adalah sunnah, sama seperti pada bulan mulia lainnya.

Puasa selama 7 hari pada bulan Rajab akan menutup pintu neraka dan apabila puasa selama 8 hari akan membuka 8 pintu surga.

Simak penjelasan apa itu bulan Rajab yang dikutip dari kudus.kemenag.go.id:

Apa itu Bulan Rajab?

Menurut kudus.kemenag.go.id, Bulan Rajab merupakan salah satu Asyurul Hurum. Bulan Rajab termasuk bulan yang dumuliakan selain Dzulqqidah, Dzulhijjah dan Muharram.

Puasa dalam bulan Rajab sebagaimana bulan mulia lain, hukumnya adalah sunnah.

Diriwayatkan dari mujibah al-Bahiliyah , Rasulullah SAW bersabda

“ Puasalah pada bulan -bulan haram (mulia).” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Ini Enam Keistimewaan Puasa Bulan Rajab yang Dikutip dari kudus.kemenag.go.id:

  1. Melaksanakan puasa sebulan

Rasulullah SAW bersabda “ Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga . Dan apabila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.” HR.At-Thabrani.

  1. Mencatat amalnya selama 60 bulan.

Rasulullah SAW bersabda , barang siapa puasa pada tanggal 27 Rajab , Allah mencatatnya sebagaimana orang yang puasa selama 60 bulan.” Abu Hurairah.

  1. Apabila puasa selama 7 hari pada bulan Rajabmaka akan menutup pintu neraka baginya.
  2. Apabila puasa selama 8 hari pada bulan Rajabakan membuka 8 pintu surga untuknya.
  3. Apabila puasa selama 10 hari pada bulan Rajabmaka akan menghapus dosa dosanya dan diganti dengan kebaikan .
  4. Apabila puasa sehari pada bulan Rajabmaka akan mendapatkan air susu yang berasal dari sungai Rajabdi surga. Rasanya manis melebihi madu.

Rasulullah SAW bersabda , “Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan dan rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut.

Berikut niat puasa Rajab dilengkapi lafal latin dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT. (arsa)

Check Also

Pemkot Tangerang  Lakukan Penilaian Kompetensi Jabatan Pegawai

  Metrobanten, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup