Zaki Tegaskan Perbup 47 Tidak Akan Ditarik

Metrobanten, Kabupaten –  Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar tegaskan, pemerintah Kabupaten tidak akan menarik Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pembatasan Jam Operasional  kendaraan bermuatan berat (bertonase),  Selasa (5/2/19).

“Tetapi pihaknya akan melakukan penyesuaian terhadap perbup 47 yang salah satunya adalah mengganti penggunaan truck – trcuk yang tadinya bermuatan besar atau yang sumbunya lebih dari tiga menjadi truck – truck yang  bermuatan lebih kecil, yang sumbunya tidak lebih dari dua, seperti truck engkel dan sejenisnya yang beratnya delapan ton kebawah,” ujar Zaki saat ditemui awak media di pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (4/2/19).

Bupati menjelaskan, pihaknya akan mengundang perusahaan Transportasi juga akan mengundang pemerintah Kabupaten Bogor untuk duduk bersama mencari solusi tentang program penetapan jam operasional.

“Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) juga tadi sudah menyepakati bahwa truck – trcuk besar ini sudah harus dirubah mind-setnya, agar menggunakan truck yang bermuatan kecil saja atau yang dua sumbu tadi,” katanya.

Dijelaskannya, keluhan dari Forum Masyarakat Legok yang menuturkan bahwa dengan adanya perubahan jam operasional tersebut, berimbas kepada perekonomian mereka.

“Kami berani jamin jika ada dari anak-anak mereka yang terganggu dengan masalah biaya sekolah, khususnya SD dan SMP langsung saja ajukan kepada Kecamatan setempat agar nanti dapat kami bantu, karena memang itu kewajiban kita,” tukasnya.

Zaki menambahkan, jika ada anak mereka yang terganggu biaya sekolah lapor juga ke Camat mereka agar cepat dapat kami bantu, bukan hanya biaya sekolah tapi mungkin juga baju serta buku sekolah.

Kembali ditegaskan Zaki,  Perbup 47 tidak akan dirubah dan akan tetap dijalankan, meskipun banyak keluhan, meminta agar merubah jam oprasional menjadi pagi hari.

“Kabupaten Tangerang ini bukan hanya Legok dan Pagedangan saja, justru di wilayah pintu tol Bitung macet yang terjadi bisa dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam, belum lagi jalan-jalan yang lain seperti jalan Raya Serang, Pasar Gembong, perbatasan Kampung Melayu, dan Dadap. Justru di siang hari volume kendaraannya meningkat yang menyebabkan kemacetan,” pungkasnya.  

Diketahui bahwa, Perbup No. 47 ini sudah diberlakukan dari tanggal 14 Desember 2018. Adapun jam operasionalnya, untuk kendaraan Truk pengangkut tambang (Pasir, Batu, Tanah) dilarang melintas Jalan Raya Legok Karawaci mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB.

Sedangkan, untuk kendaraan pengangkut barang lainnya (Bok, Kontainer) dilarang melintas Jalan Raya Legok Karawaci pagi hari mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB, dan sore hari mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.       (Des/dli/dit)

Check Also

Pertanian di Provinsi Banten Masuki Musim Panen Padi dan Jagung

Post Views: 829 Metrobanten, Banten – Di tengah wabah corona (covid 19) akhir Maret 2020 ...

Metrobanten.co.id : Menyajikan Berita Terkini, Peristiwa, Gaya Hidup, Nasional, Internasional, Bisnis, Ekonomi, Wisata, Kuliner dan Liputan Khusus.