DBD Masih Tinggi, Dinkes Serang Harap Warga Lakukan Pencegahan

Metrobanten – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang terjadi di daerah tropis dan subtropis di dunia. Untuk demam berdarah ringan, akan menyebabkan demam tinggi dan gejala seperti flu.
Sementara untuk demam berdarah yang parah bisa menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok) dan bahkan kematian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Dr. Istianah Hariyanti mengatakan, dari Januari hingga Mei 2023 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ada 75 kasus dengan satu orang meninggal dunia, Kamis (8/6/23).
“Dari jumlah tersebut, paling banyak ditemukan di Kecamatan Kramatwatu dengan 14 kasus, di ikuti Kecamatan Jawilan 15 kasus dan Kecamatan Ciruas 9.” jelas Dr Istianah Hariyanti.
Lebih lanjut, Istianah menyebut pada kasus DBD terbanyak ditemukan pada Januari 2023 dengan 25 kasus dan satu orang meninggal dunia. Lalu, Februari ada 13 kasus, Maret 10 kasus. Kemudian April 15 kasus dan di bulan Mei ada 12 kasus dan tidak ada kematian.
“Ya, kalau kita lihat total kasus yang di laporkan ke kita sampai dengan bulan Mei itu ada 75 kasus,” katanya.
Menurutnya, kasus DBD terbanyak ditemukan pada Januari 2023 dan pola itu hampir sama setiap tahun, tahun lalu juga sama di bulan Januari terjadi peningkatan kasus, tentu ini ada kaitan nya dengan curah hujan, curah hujan itu biasa nya tinggi di bulan Januari.
“Ya, kalau dibandingkan tahun lalu ini agak menurun, tahun 2022 kita temukan 248 kasus DBD dalam satu tahun, karena memang tahun kemaren kita ada satu upaya Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Gesik) jadi setiap orang dalam satu rumah harus bertanggung jawab terhadap kerbersihan rumah nya supaya terhindar dari sarang nyamuk.” paparnya.
Dari hasil evaluasi sementara semoga Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik ini sudah berjalan dengan baik karena ada nya penurunan kasus mungkin dari itu.Kemudian yang kedua angka bebas jentik kita juga naik tahun ini rata-rata diatas 95 persen.
“Mudah-mudahan masyarakat terus sadar untuk satu rumah satu jumantik, karena DBD ini kita tau penyebab nya adalah virus dengue dia di tularkan dari orang sakit kepada orang lain melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, kalo ada orang sakit tapi tidak ada nyamuk yang menyebar tidak akan terjadi penularan.” pungkasnya. (Ki)









