MTQ Pandeglang Digelar Dengan Protokol Kesehatan

MTQ Pandeglang Digelar Dengan Protokol Kesehatan
Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang Pery Hasanudin.

 

Metrobanten, Pandeglang – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Pandeglang memastikan pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Pandeglang ke 48 bakal berlangsung bulan Agustus 2021 di wilayah Kecamatan Carita.

Dikarenakan masih pandemi Covid-19, maka MTQ menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.

Sekretaris Umum LPTQ Kabupaten Pandeglang, Hadizt Muntaha memastikan, penyelenggaraan MTQ tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Nantinya, para panitia bakal menerapkan Prokes Covid-19 secara ketat.

“Tentu saja panitia akan menerapkan Prokes secara ketat, dimana teknis kegiatanya para peserta akan kami batasi. Misalkan, untuk acara pembukaan akan kami batasi satu kecamatan hanya diwakili beberapa orang saja,” kata Hadizt Muntaha, saat menggelar Rapat Koordinasi LPTQ Pandeglang di Oproom Sekretariat Daerah (Setda) Pandeglang, Kamis (17/6).

Baca juga: Pemkab Serang Jadikan Sentra Budidaya Bunga Sedap Malam Sebagai Agrowisata

Hadizt mencontohkan, untuk acara pembukaan peserta yang hadir dibatasi, setiap kecamatan hanya diwakili satu orang. Jam pelaksanaan masing-masing venue juga diatur, agar bergantian tidak ada tampil secara berbarengan.

“Kami tidak membolehkan penonton masuk ke areal MTQ,” katanya.

Mengenai lokasi pelaksanaan, menurut dia, meskipun ditetapkanya Kecamatan Carita menjadi pusat penyelenggaraan MTQ bukan berarti bersetatus tuan rumah, karena dalam pelaksanaan MTQ tidak ada penetapan status tuan rumah.

Adapun jenis perlombaan yang dipertandingkan pada MTQ XXXVIII 2021, ada 5 cabang 9 golongan dan pelaksanaanya akan digelar 2-5 Agustus 2021.

Baca juga: Pemkot Tangerang Gandeng TNI dan Polri Gencarkan Vaksinasi di Kota Tangerang

Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang Pery Hasanudin mengatakan pelaksanaan MTQ tahun ini tetap akan dilaksanakan, karena sudah menjadi agenda rutin pemerintah daerah, tetapi pelaksanaanya disesuaikan dengan situasi pandemi COVID-19.

“Teknis kegiatanya sudah kita atur, tidak ada mobilisasi masa, tidak ada pawai dan peserta yang hadir kita batasi, dan tentu saja penerapan protokol kesehatan diperketat,“ ujarnya. (red)

Back to top button