Walikota Arief Usulkan Konsep Penataan Ruang ke Kementerian ATR/BPN

Walikota Arief Usulkan Konsep Penataan Ruang ke Kementerian ATR/BPN
Walikota Arief Usulkan Konsep Penataan Ruang ke Kementerian ATR/BPN

 

Metrobanten, Tangerang – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menjadi salah satu pembicara dalam acara Rapat Penjaringan Masukan Dalam Rangka Penyusunan Draft Rapermen Terkait Standar Pelayanan Bidang Penataan Ruang yang diselenggarakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Rapat dengan agenda pembahasan draf standar pelayanan bidang penataan ruang dipimpin langsung oleh PLH Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruangan Kementerian ATR/BPN Harris Simanjuntak.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan sejumlah usulan serta kendala yang ditempuh Pemerintah Daerah dalam menjalankan amanat UU No. 26 tahun 2007 dan PP No. 21 Tahun 2021 terkait penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik dan Private.

Baca juga: Gubernur Banten Putuskan Perpanjang PSBB Jilid ke 8

“Dalam kesempatan ini, saya sampaikan untuk menyediakan RTH publik sebesar 20% dan 10% untuk private itu sangat sulit dilakukan,”

“Terlebih di Kota Tangerang yang lahannya juga sudah terbatas,” ujar Wali Kota dalam rapat yang berlangsung di Hotel 101 Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (22/4).

Untuk itu, lanjut Arief, dirinya mengusulkan sejumlah program untuk mengakomodir kebutuhan dan kondisi riil di wilayah terkait penyediaan RTH di sejumlah daerah di Indonesia, diantaranya mengakomodir ruang untuk inovasi teknologi contohnya keberadaan green roof dan vertikal garden sebagai RTH.

Baca juga: Pemkab Tangerang Tangerang Distribusikan Zakat, Infak dan Shadaqah Kepada Masyarakat

“Memberi nilai tambah terhadap RTH pada sempadan sungai atau danau yang terhuhung dengan badan air,”

“Sehingga nilainya setara dengan 2 – 3 kali lipat luasan RTH biasa,” papar Arief.

Wali Kota juga menyarankan kepada Kementerian ATR/BPN untuk memperkuat mekanisme insentif dan disinsentif khususnya bagi daerah perkotaan yang memiliki masalah keterbatasan lahan serta perlunya penjelasan dan penjabaran lebih rinci dalam Permen seperti ketentuan KDH, KDB dan KLB.

“Sebagai titik temu antara penyediaan RTH dan kebutuhan ruang untuk pengembang usaha,” tukas Arief. (red)

Check Also

Indonesia Kirim Bantuan 200 Unit Oxygen Concentrators ke India

Indonesia Kirim Bantuan 200 Unit Oxygen Concentrators ke India

  Metrobanten, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia mengirim sejumlah bantuan untuk membantu penanganan Covid-19 di ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup