Tuesday , August 9 2022

Suap Pengesahan APBD, KPK Tahan Wakil Ketua DPRD Tulungagung

Suap Pengesahan APBD, KPK Tahan Wakil Ketua DPRD Tulungagung
Suap Pengesahan APBD, KPK Tahan Wakil Ketua DPRD Tulungagung, (Foto: Kompas)

 

MetroBanten – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan APBD-P Kabupaten Tulungagung.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tiga orang tersangka, salah satunya adalah  Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung Adib Makarim (AM).

Dua tersangka lainnya yaitu AG, dan IK selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung sekaligus Wakil Ketua Anggaran periode tahun 2014 s.d 2019.

KPK selanjutnya melakukan penahanan kepada Tersangka AM untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 3 s.d 22 Agustus 2022 di Rutan KPK pada gedung Merah Putih.

Sedangkan kepada Tersangka AG dan IK, KPK mengimbau agar kooperatif hadir pada jadwal pemanggilan berikutnya.

BACA JUGA: KPK Tahan Tersangka Korupsi Proyek Stadion Mandala Krida Yogyakarta

Perkara ini bermula dari pembahasan RAPBD Pemerintah Kabupaten Tulungagung TA 2015 yang terjadi deadlock dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Supriyono selaku Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung bersama Tersangka AM, AG, dan IK kemudian melakukan pertemuan dengan perwakilan TAPD dan berinisiatif meminta sejumlah uang agar proses pengesahan RAPBD menjadi APBD dapat segera disahkan. Permintaan tersebut menggunakan istilah “uang ketok palu” dengan nilai diduga sebesar Rp1 Miliar.

Serta diduga terdapat permintaan tambahan uang lain sebagai jatah banggar. Para tersangka diduga masing-masing menerima “uang ketok palu” sejumlah sekitar Rp230 juta.

BACA JUGA: Bareskrim Ungkap ACT Terima Donasi Capai Rp2 Triliun Sejak 2005

Atas perbuatannya, para Tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab UU Hukum Pidana.

Korupsi pada pengesahan anggaran menjadi titik awal terjadinya siklus korupsi pada tahapan berikutnya, yakni pelaksanaan belanja barang dan jasa, serta tidak menutup kemungkinan membuka celah korupsi pada tahap pertanggungjawaban anggarannya. Sehingga menjadikan siklus korupsi anggaran terus berputar.

Oleh karenanya, KPK meminta seluruh pejabat publik menyadari bahwa APBN dan APBD adalah hasil keringat rakyat yang harus dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. (Hms)

Check Also

Walikota Arief dan Istri Kompak Ikuti Acara Marandang dan Teh Talua

Walikota Arief dan Istri Kompak Ikuti Acara Marandang dan Teh Talua

  MetroBanten – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah bersama istri Aini Suci Wismansyah ikut ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup