Mencari Nafkah, 14 Tahun Junet Jadi Kuli Panggul di Pasar Tanah Tinggi

Metrobanten – Demi mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga di Kampung, Junet (30) harus rela bekerja keras menjadi kuli panggul di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang,
Junet mengatakan, sudah 14 tahun melakukan pekerjaan sebagai kuli panggul sayuran demi menyambung hidup keluarganya di Kabupaten Serang, Banten.
“Udah lama di sini (jadi kuli panggul di Pasar Induk Tanah Tinggi), diajak tetangga, tetangganya saja sudah meninggal sekarang,” ujar junet sambil menunggu antrean bongkar muat angkutan buah dan sayur yang membutuhkan jasa tenanganya, Kamis (28/12/23).
Menurutnya, kuli panggul atau bongkar muatan angkutan buah dan sayur di Pasar Induk Tanah Tinggi itu terbagi menjadi dua shift. Bagi mereka yang mendapatkan giliran shift siang, maka bisa bekerja dari sekitar pukul 07.00 wib sampai dengan 15.00 wib.
BACA JUGA: Libur Nataru, Terminal Bus Poris Plawad Alami Lonjakan Penumpang
Sementara, bagi mereka yang mendapatkan giliran shift malam, maka bisa bekerja dari pukul 15.00 wib sampai pukul 07.00 wib. Setiap kuli panggul tidak diperbolehkan mengambil shift kerja di luar dari jatah kerja mereka. Jika sudah dapat kerja shift malam, maka seterusnya akan selalu shift malam, dan tidak boleh mengambil dua shift.
Lebih lanjut, Junet menyebut dirinya mendapatkan jatah kerja sebagai kuli panggul di malam hari. Saat petang, ia akan berada di Pasar Induk tersebut sampai pulang di pagi harinya. Kuli panggul di Pasar Induk Tanah Tinggi Kota Tangerang itu biasanya akan antri dalam kelompok-kelompok kecil.
“Ada sekitar 20 orang dalam sebuah kelompok. Antrean itu dimaksudkan agar setiap orang yang bekerja hari itu bisa mendapatkan jatah untuk bongkar muat barang, dan mendapatkan upah. Dalam sehari, Junet bisa melakukan bongkar muat buah maupun sayur empat kali. Kalau lagi ramai bisa 3-5 kali lah, tergantung situasi,” katanya.
Adapun upah yang diberikan beragam tergantung jenis muatan barang yang dibongkar oleh mereka.
“Ya biasanya bisa sekali bongkar itu 400 ribu bagi dua sama teman yang bongkar,” katanya lagi.
BACA JUGA: BULOG Pecat Oknum Mempermainkan Beras dalam Video Viral
Hal sama di utarakan oleh Rudi, yang mengatakan bahwa hasil yang di dapatkan itj akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Diantaranya untyk membayar uang sewa kontrakan, sisanya untuk kebutuhan lain dan mengirim uang ke kampung halaman.
“Ketimbang di kampung enggak ada apa-apa kerjanya, Wong di sini banyak juga dari sana (daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan sekitarnya), rame kok,” pungkasnya. (Zah)









