Satpolairud Polres Pandeglang Bekuk Dua Pelaku Pengeboman Ikan

Satpolairud Polres Pandeglang Bekuk Dua Pelaku Pengeboman Ikan
Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah didampingi jajarannya, menujukkan barang bukti yang digunakan para pelaku.

 

Metrobanten, Pandeglang – Satuan Polisi air udara (Satpolairud) Polres Pandeglang, menangkap dua pelaku bom ikan asal Lampung yang akan melakukan aksinya di wilayah hukum perairan Polres Pandeglang.

Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah, S.H., S.I.K. M.H., yang didampingi Kasat Polairud AKP Dwi Hary, Kasat Reskrim AKP Fajar Maulidi, S.I.K., dan Kasi Humas Polres Pandeglang AKP Humaedi dalam konferensi pers di Mapolres Pandeglang, mengatakan, kedua pelaku ditangkap saat akan melakukan aksinya di wilayah perairan Polres Pandeglang, di daerah perairan Taman Jaya, Kecamatan Sumur.

“Kedua pelaku AB (44) dan AA (43) berangkat dari Lampung dengan menggunakan perahu menuju perairan Pandeglang di daerah Taman Jaya, Kecamatan sumur, untuk menangkap ikan dengan cara menggunakan bom ikan (rakitan), aksi kedua pelaku berhasil dihentikan atas laporan dari masyarakat,” kata Kapolres Pandeglang, saat press conference, di Mapolres Pandeglang, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Polisi Tangkap Seorang Ayah yang Tega Cabuli Anak Tirinya Berusia 9 Tahun

Ternyata, kedua pelaku juga sudah lama menjadi incaran pihak kepolisian. Sebab, keduanya bukan kali pertama melakukan pengemboman ikan di perairan laut Kabupaten Pandeglang.

“Kedua pelaku kami tangkap, saat malakukan pengisian bahan bakar di wilayah Kecamatan Sumur. Lebih dari 1 kali melakukan pengeboman. Mereka (dua pelaku,red), diketahui berangkat dari Lampung menggunakan perahu,” kata AKBP Belny,

Kasat Polairud Polres Pandeglang, AKP Dwi Hari menambahkan, pihaknya bakal terus melakukan pengembangan. Sebab katanya, diduga masih ada oknum nelayan lain, yang kerap melakukan penangkapan ikan dengan cara merusak biota dan lingkungan laut, menggunakan bom rakitan.

“Kedua tersangka, AT (44) dan MD (43). Masih terus dikembangkan. Sebab kami menduga, masih ada kelompok dari Lampung yang kemungkinan bakal melakukan pengeboman kembali di perairan wilayah Sumur,” ujar AKP Dwi.

Baca juga: Liga 1 Bergulir Tanpa Penonton, Polri Sanksi Klub Apabila Suporter Bandel

Sementara, seorang pelaku berinisial MD (43), mengakui perbuatannya dan pengakuannya bom yang digunakan itu hasil rakitan sendiri.

“Saya sendiri yang membuat bom itu. Kalau teman saya (AT,red) penyelam,” ucapnya.

Ia membantah, jika aksi yang dilakukannya itu ada pemodal. “Tidak ada pemodal, ini murni saya. Kalau hasil ikannya, saya jual di Sumur dan  paling dapat Rp 3 juta,” tandasnya.

Untuk diketahui, akibat perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 1 ayat 1 dan 3 Undang-Undang darurat Republik Indonesia, Nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman pidana selama 20 tahun. (red)

Check Also

Sebanyak 225 Desa di Provinsi Banten Terdampak Gempa Sumur Pandeglang

Sebanyak 225 Desa di Provinsi Banten Terdampak Gempa Sumur Pandeglang

  MetroBanten, Serang – Berdasarkan data hasil update Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup