Presiden Jokowi Hadiri Acara Pembagian Sertifikat Tanah Warga Tangsel

Metrobanten, Tangsel –  Presiden Joko Widodo menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat  bertempat di lapangan Terbang Pondok Cabe, Jalan Pondok Cabe Raya, Pondok Cabe Ilir  Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jum’at (25/1/19).

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Banten H. Wahidin Halim, Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany bersama Wakil Walikota, Kepala Kementrian Agraria dan Tata ruang Sofyan Djalil, Kepala Badan Pertanahan Nasional BPN Provinsi, Kepala BPN Tangsel, Kapolres Tangsel, Kodim dan para pejabat tamu undangan lainnya.

Dalam sambutanya Kepala Kementerian Agraria dan tata ruang Sofyan Djalil mengatakan, sebanyak 40.172 sertifikat akan di bagikan untuk masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel).

“Insya Allah semuanya akan kami bagikan hari ini,” katanya.

Dikatakannya, BPN sudah makin membaik, Presiden memerintahkan kami untuk mengeluarkan 5 juta serifikat pada tahun 2017, tahun 2018 kami ditargetkan 7 juta, sedangkan untuk tahun 2019 kami ditargetkan sebanyak 9 juta sertifikat.

“Saya menghimbau jika masih ada masalah dengan sertifikat yang bapak ibu miliki bapak bisa datang langsung ke BPN Tangerang Selatan,” katanya.

“Tahun ini sesuai dengan perintah bapak Presiden untuk kota Tangerang Selatan beres semua,” katanya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo meminta warga untuk mengangkat sertifikat tanah guna memastikan semua warga yang hadir telah  memiliki sertifikat.

“Coba kalian angkat sertifikatnya, saya khawatir  sertifikat ini ditujukan hanya didepan saja. Harus betul-betul Bapak/Ibu pegang. Karena ini penting, barang ini sangat penting,” tuturnya.

Jokowi menambahkan, sertifikat adalah tanda bukti sah hukum atas tanah yang kita miliki. Masih banyak rakyat yang belum memiliki sertifikat tanah. Dari 126 juta di tahun 2015 baru 46 juta yang baru memiliki, 80 juta belum memiliki sertifikat.

“Padahal sudah menempati lahan itu, tapi tidak ada tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Oleh sebab itu di tahun 2015 saya perintahkan tidak bisa 500 ribu, saya minta 2017 harus 5 juta sertifikat yang keluar, tahun 2018 harus 7 juta tahun ini saya targetkan 9 juta harus keluar. Caranya gimana saya tidak ingin tahu yang pasti semuanya terlampaui. Tahun 2015 sudah 5,4 juta keluar dan di tahun 2018 sekitar 9,4 juta sertifikat sudah dikeluarkan, jadi saya sangat apresiasi kinerja BPN,” tukas Jokowi.

Jokowi juga berharap dengan memiliki sertifikat tanah, warga harus bisa menjaga sertifikat tersebut dengan baik, dan dapat dipergunakan dengan baik.
(Dli)

Back to top button