31 Unit Komputer UNBK SMPN 19 Ciater Dibobol Maling
Metrobanten, Tangsel – 31 unit Komputer yang dipersiapkan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 19 Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) habis diangkut maling pada Rabu (16/1/19 ).
Komputer yang disediakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel tersebut dipersiapkan untuk UNBK pada bulan April mendatang.
Bidang Tata Usaha SMPN 19 Ciater, Nurdin menjelaskan, kejadian tersebut diketahui pada pukul 6.40 WIB oleh Iwan selaku tim IT sekolah pada saat hendak membersihkan ruang labolatorium komputer.
“Jadi Iwan itu nelpon saya, katanya komputer dalam keadaan Trouble. Saya tanya lagi trouble apanya, sistemnya?. Bukan, komputer ngga ada, ilang sebanyak 31 unit. Jadi sisanya tinggal 20 unit,” ujarnya sambil menirukan Iwan.
Menurut Nurdin, ada kemungkinan maling tersebut membobol ruang komputer sekitar pukul satu pagi. Nurdin meyakini bahwa pada saat itu pula satpam dalam keadaan tidur. Dari 51 unit Komputer, maling itu mengambil 31 unit. Hingga saat ini komputer tersisa 20 unit.
“Kita juga ada satpam di sini. Biasanya setiap malam sampai jam 12 malam dia keliling. Kalo ada lampu mati atau masalah lain di sekolah dia langsung lapor. Tapi pada saat kejadian ini saya kira satpam ketiduran, dan setelah saya tanyakan dia betul ketiduran. Setelah berjaga di siang hari dia langsung pulang katanya kecapeaan”, kata Nurdin
Nurdin mengatakan, komputer-komputer itu sekitar 2 minggu lagi akan dipakai untuk simulasi UNBK. Semua sudah terpasang rapih dan sudah terinstal semua.
Dalam aksinya maling tersebut diduga berkomplotan dan membawa sebuah kendaraan untuk mengangkut barang curiannya dan mencabut CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.
“Mereka mencabut CCTV yang terpasang di 5 titik penting, tapi mereka hanya mencabut kameranya saja. Jadi gerak-gerik mereka sudah terekam dan sudah kami serahkan rekaman itu kepada polisi,” ungkap Nurdin.
Nurdin mengira akibat dari kejadian itu kerugian ditaksir sebanyak Rp. 248 juta. Menurutnya harga perunit komputer tersebut sebesar Rp. 8 juta.
Harga tersebut memang cukup tinggi sebab dilihat dari merk yang ternama dan spesifikasi yang canggih.
“Ya saya kira memang segitu harganya, karena merknya itu Lenovo Thinkpad dengan prosesor core i5 dan ram 4 GB,” pungkasnya
Saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Dengan bantuan rekaman CCTV yang diduga dibuang oleh tersangka. Dan itu barang bukti untuk diselidiki lebih lanjut.
“Saat ini kami masih dalam tahap penyelidikan, kita belum berani mengungkapkan apa-apa dulu karena ini belum selesai. Mohon doanya ya mas,” kata Kapolsek Serpong, Kompol Luckyto saat dihubungi. (Dli)









