Polresta Tangerang Akan Biayai Perawatan ZM Korban Penganiayaan Sampai Sembuh

Polresta Tangerang Akan Biayai Perawatan ZM Korban Penganiayaan Sampai Sembuh
Atas nama kemanusiaan maka Polresta Tangerang akan menanggung biaya perawatan dan pengobatan sampai korban sembuh.

 

Metrobanten, Tangerang – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten meringkus ASD (27), lantaran melakukan penganiayaan terhadap ZM anak berusia 3 tahun. Senin (15/3/2021).

Video penganiayaan yang direkam sendiri oleh tersangka, viral di media sosial.

Satreskrim Polresta Tangerang menangkap ASD (26). Dia disangka sebagai pelaku penganiayaan terhadap bocah laki-laki ZM (3) yang aksinya direkam dan viral di media sosial.

Aksi itu diketahui terjadi di rumah tersangka di Kampung Karang Kobong, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Polresta Tangerang Tangkap Pelaku Penganiayaan Anak Usia 3 Tahun di Sindang Jaya

Saat ini, tersangka menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Polda Banten. Sementara korban dalam perlindungan keluarga.

Saat ini Polresta Tangerang telah menjemput korban dari rumahnya dan membawa ke RS modern Hospital untuk dilakukan rontgen dan pemeriksaan CT Scan.

Atas nama kemanusiaan maka Polresta Tangerang akan menanggung biaya perawatan dan pengobatan sampai korban sembuh.

Baca juga: Habib Rizieq Akan Jalani Sidang Perdana Kasus Kerumunan Secara Virtual

Selain itu juga akan bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak dan P2TP2A (pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak) serta akan melaksanakan Trauma Healing untuk mengatasi gangguan psikologis anak.

“Kita akan rawat korban sampai sembuh”, terang wahyu.

Sementara itu, Direskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny yang turut pada kegiatan konferensi pers itu mengatakan, Direskrimum Polda Banten akan membantu melakukan pendampingan terhadap proses penyidikan yang dilakukan oleh Polresta Tangerang. Kata Martri, saat masih banyak hal-hal lain yang harus didalami.

“Ini perlu pendalaman, kemungkinan ada hal lain atau keterlibatan yang lain harus didalami dulu,” tandasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 80 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (red)

Check Also

Ada 16 Titik Penyekatan Jalur Mudik di Banten, Ini Lokasinya

Ada 16 Titik Penyekatan Jalur Mudik di Banten, Ini Lokasinya

  Metrobanten, Serang – Pemerintah secara resmi telah mengumumkan bahwa mudik Lebaran dilarang untuk Idul ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup