Pesan Ganja Cair Berbentuk Tissue Dari Amerika, Pemuda Diamankan BNN

Metrobanten, Tangsel – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), berhasil mengungkap kasus pengiriman paket Narkotika Ganja cair atau Tetrahydrocannabinol (THC)  yang dikirim dari Amerika menggunakan jasa pengiriman Pos Indonesia.

Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol.Tantan Sulistyana mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan pada bulan Oktober 2018 dari Petugas  Bea Cukai, Kantor Pos Pasar Baru, bahwa diduga ada paket pos berisi Narkotika gologan I jenis THC yang berasal dari Amerika Serikat dengan tujuan ke wilayah Tangerang Selatan.

“Setelah mendapatkan laporan tersebut pihak BNN Tangsel membawa barang bukti tersebut ke pusat Laboratorium Narkotika BNN di Lido Bogor, untuk dilakukan uji laboratorium, dan ternyata benar paket pos tersebut positif mengandung Narkotika golongan I,” jelasnya, Kamis (31/1/19).

Tatan menambahkan, petugas BNN Tangsel melakukan penyelidikan selama tiga bulan untuk mengetahui pemilik paket pos dari Amerika Serikat tersebut, dan pada hari Selasa 22 Januari 2019 sekitar pukul 15.00 WIB, petugas BNN Tangsel berhasil menangkap pemilik berinisial AD alias K (28).

Dari hasil penangkapan AD tersebut BNN Tangsel berhasil menyita barang bukti berupa Ganja Cair berbentuk tissue seberat 7,2094 gram.

“Setalah dilakukan penyelidikan terhadap Tersangka AD alias K memesan Narkotika tersebut dari Amerika Serikat ini terbilang baru dan cukup canggih. Tersangka bersama temannya ED yang kini buron- memesan barang haram itu melalui internet atau situs gelap ketika sedang berada di Filipina,” tuturnya.

“Adapun untuk transaksinya tersangka melakukan pembayaran dengan bitcoin,” tegasnya

Kepala BNN Kota Tangsel AKBP Since Djonso menambahkan  ada yang baru dari bentuk barang haram tersebut, biasaya THC cair yang diimpor ke Indonesia dalam bentuk Liquid, namun kali ini barang haram tersebut dikemas dalam bentuk Tissue dan penggunannya banyak ditemukan melalui rokok electric Vave.

“Ganja cair ini bisa digunakan untuk bahan makanan dan pernah juga di temukan dalam bentuk brownies, kalau barang bukti THC yang berhasil kami temukan ini digunakan oleh pelaku dengan cara dihisap melalui Vape. Jadi tissue tersebut dimasukan kedalam Vape lalu dihisap oleh pelaku untuk mendapatkan mabuknya,” kata Since saat Konfrensi Pers, di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu.

Tersangka AD alias K dijerat Pasal 113 ayat (2) subsider Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya penjara paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar.       (Dli)

Check Also

Bantu perangi Covid 19, SMSI Siapkan Pusdiklat Untuk Penginapan Paramedis dan Tenaga Kesehatan

Post Views: 835 Metrobanten, Banten – Dalam rangka memerangi covid 19, Serikat Media Siber Indonesia ...

Metrobanten.co.id : Menyajikan Berita Terkini, Peristiwa, Gaya Hidup, Nasional, Internasional, Bisnis, Ekonomi, Wisata, Kuliner dan Liputan Khusus.