KPU Tangsel : Deklarasi Sarana Ibadah Tidak Boleh Untuk Kampanye
Metrobanten, Tangsel – Dalam rangka menjelang Pemilu serentak yang akan diadakan pada 17 April 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengelar Deklarasi Sarana Ibadah Tidak Boleh Dipergunakan Untuk Kampanye, Kamis (21/2/19).
Kegiatan dihadiri Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Kapolres Tangsel, Kepala Kejaksaan Negeri Tangsel, Dandim 0506, Ketua Bawaslu Tangsel, Kepala Kantor Agama Tangsel, Ketua MUI Tangsel, dan para Toko Agama Tangsel.
KPU Tangsel Bambang Dwintoro mengatakan, dalam peraturan maupun Undang- Undang tentang Pemilu diatur bahwa tempat ibadah dilarang untuk digunakan sebagai kegiatan kampanye. Dimana kami sudah mensosialisasikan hal tersebut bahwa jangan sampai tempat ibadah digunakan untuk kampanye.
“Kita sudah berkeliling dari pagi sampai sore ketempat ibadah di wilayah Tangsel,” katanya.
Selain tempat ibadah, gedung pemerintahan, tempat pendidikan dan lain-lain itu juga dilarang untuk dijadikan tempat kampanye.
Dilain kesempatan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh KPU Tangsel. Dari 600 tempat ibadah di Tangsel baik itu Masjid, Kelenteng, Pure, Wihara dan Gereja sudah dihimbau untuk tidak dijadikan tempat kampanye.
“Saya menghimbau agar para tokoh agama dapat menyampaikan kepada masyarakat dengan penuh kedamaian, apalagi kan sekarang kampanyenya panjang sekali dan juga menolak hoax dan radikalisme jangan sampai tempat ibadah dijadikan tempat kampanye,” katanya.
Airin berharap kegiatan menjelang Pemilu 2019 tetap berjalan dengan lancar, damai dan tidak ada masalah.
“Nanti pada saatnya 17 April seluruh masyarakat Tangsel diharapkan untuk datang ke TPS memilih sesuai dengan apa yang menjadi harapanya baik itu Pilpres maupun juga Pileg kita ingin menunjukan bahwa kita kompak, kita ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa apapun pilihan apapun agama dan yang lainnya tetap kita adalah Indonesia,” ucap Airin.
Dari kegiatan tersebut, diketahui kunjungan berawal dari kunjungan ke Gereja Santo Laurensia Alam Sutera , Masjid Nur Asmaul Husna Alam Sutera, dan terakhir Klenteng Khonghucu Pondok Jagung. (Dli)









