Pengaruh Perselingkuhan Orangtua Terhadap Kesehatan Mental Anak

Pengaruh Perselingkuhan Orangtua Terhadap Kesehatan Mental Anak
Foto: Illustrasi Net.

Metrobanten, Keluarga – Terlepas dari berapa usianya, anak-anak yang melihat perselingkuhan orangtuanya biasanya akan bereaksi dengan perasaan marah, cemas, bersalah, malu, sedih, dan bingung. Mereka mungkin merasa tertekan untuk mendapatkan kembali perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya.

Baca juga: Pantai Anyer Dibuka, Banyak Wisatawan Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Rasa cemas dan tertekan ini bukan tidak mungkin memengaruhi kesehatan mentalnya. Meskipun setiap keluarga berbeda dan setiap anak unik, tetap ada sejumlah dampak yang bisa dialami anak akibat perselingkuhan orangtuanya berikut ini.

Pengaruh Perselingkuhan Terhadap Mental Anak

Melansir dari Kindred Media, berikut ini pengaruh yang bisa dialami anak-anak akibat orangtua yang berselingkuh, yaitu:

  1. Hilang Kepercayaan

Ketika seorang anak mengetahui tentang perselingkuhan orangtua, mereka mungkin akan kesulitan untuk menemukan pasangan di kemudian hari. Anak dapat merasa ragu bahwa pasangannya kelak tidak akan berbohong kepada mereka, menolak, atau meninggalkan mereka. Selain itu, anak mungkin tidak bisa menaruh kepercayaan pada cinta dan mengembangkan persepsi bahwa mereka tidak layak jika hanya mendapatkan cinta dari satu orang saja.

  1. Tertekan

Seorang anak mungkin merasa bahwa perselingkuhan orangtuanya merupakan tanda hitam atau aib bagi keluarganya. Terlebih jika sang anak ditekan oleh orang tua yang berselingkuh untuk menjaga rahasia perselingkuhan dari orang tua yang dikhianati. Tentunya sang anak anak akan merasa tertekan dan terbebani dari rasa bersalahnya tersebut.

  1. Bingung dengan Arti Cinta

Perselingkuhan dapat memberikan gambaran pada anak bahwa pernikahan adalah tipuan dan ilusi semata. Selain itu, ketika orangtua tetap menikah bahkan saat salah satu atau keduanya terus berselingkuh, anak-anak bisa sangat bingung tentang arti cinta dan pernikahan.

  1. Marah

Ketika perselingkuhan dapat mengungkap atau mendefinisikan karakter orang tua yang sebenarnya, perasaan anak mungkin bisa pecah dan bercampur aduk antara perasaan marah dan kerinduan akan cinta dari orangtuanya.

  1. Membenci Orangtua

Tak sedikit anak yang justru benci pada orangtua yang telah diselingkuhi maupun orangtua yang melakukan perselingkuhan. Anak mungkin benci mengapa orangtuanya berselingkuh ataupun  tidak dapat mencegah perselingkuhan tersebut sejak awal.

  1. Mengalami Masalah Perilaku

Lelahnya menghadapi perasaan sedih, marah, atau membingungkan dapat membuat anak-anak untuk menunjukkan masalah perilaku selama masa kanak-kanak. Masalah perilaku ini bisa berupa bertindak seksual selama masa remaja dan masalah keintiman atau kecanduan seksual setelah dewasa.

Kebanyakan orangtua ingin melindungi anak-anaknya dari masalah perselingkuhan dalam pernikahannya. Namun, tidak sedikit dari mereka yang gagal dalam memberikan penjelasan, memperkecil situasi dengan tidak mengatakan kebenaran sepenuhnya atau berbohong yang dapat menyakiti anak lebih dalam. Melansir dariKindred Media, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah memberitahukan perselingkuhan dengan cara yang jujur ​​dan sesuai usia.

Baca juga: Wahidin Halim: Bantuan Untuk Masyarakat Sudah Tersalur 40 Persen

Semakin muda anak-anak, semakin sedikit yang perlu orangtua katakan mengenai perselingkuhan. Jika anak-anak telah mendengar atau mencurigai ada sesuatu yang salah dan mengajukan pertanyaan, maka sangat penting untuk menjelaskannya secara lembut dan bijak. Anak-anak bisa merasa lebih buruk apabila mereka merasa ada hal yang dirahasiakan dari mereka, terutama ketika rahasia-rahasia ini memengaruhi kehidupan mereka.

Lebih baik jika orang tua yang berpisah sepakat tentang apa yang akan dikatakan kepada anak-anak dan melakukannya secara kompak. Bila orangtua merasa kesulitan, seseorang yang dikenal dan dipercaya oleh keluarga dapat membantu dalam menyampaikan kepada anak-anak. Kalau kamu punya masalah mengenai hal ini, kamu dapat menghubungi psikolog di aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi psikolog kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. (Red-ditinaju dr. Fadhli Rizal Makarim-Halodoc).

Check Also

Polri Pastikan Beredarnya Video Rusuh Demo Tanggal 24 Juli itu Hoaks

Polri Pastikan Beredarnya Video Rusuh Demo Tanggal 24 Juli itu Hoaks

  Metrobanten, Jakarta – Beredar video aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan dengan menarasikan bahwa ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup