Pemukiman Suku Baduy Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan Lokal

Pemukiman Suku Baduy Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan Lokal
Wisatawan lokal itu datang dari berbagai daerah di Provinsi Banten, seperti Serang, Bayah, Tangerang, dan Pandeglang.

 

Metrobanten, Lebak – Masyarakat Banten mulai ramai melakukan wisata mengunjungi kawasan permukiman Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak untuk menikmati kebudayaan dan panorama alam.

Kawasan permukiman Baduy di Kabupaten Lebak cukup menarik, karena selain alamnya masih asri ,juga kehidupan masyarakatnya sederhana.

Wisatawan lokal itu datang dari berbagai daerah di Provinsi Banten, seperti Serang, Bayah, Tangerang, dan Pandeglang.

“Kami datang ke sini bersama rombongan ingin melihat kehidupan warga Baduy juga menikmati makan durian,” kata Tati, warga Bayah, Kabupaten Lebak, Jumat.

Baca juga: Presiden Jokowi Berikan ucapan Selamat atas Pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris

Masyarakat Baduy menghuni rumah panggung yang terbuat dari atap rumbia, hamparan dan dinding bilik bambu tanpa dilengkapi kamar mandi serta toilet.

Selama ini, kata dia, kehidupan mereka penuh kedamaian dan ketentraman dengan mempertahankan budaya peninggalan nenek moyang.

Baca juga: Basarnas Resmi Hentikan Pencarian Korban dan Puing Sriwijaya Air SJ 182

Permukiman kawasan Baduy tidak terlihat barang-barang elektronika, penerangan listrik, dan kendaraan, juga mereka menolak pembangunan sarana infrastruktur jalan.

“Kami merasa senang bisa mendatangi permukiman Baduy dan mereka sangat damai juga mencintai alam juga kehidupannya sederhana,” katanya.

Ia mengatakan selama ini masyarakat Baduy tidak mengalami kesulitan ekonomi dan pangan di tengah pandemi COVID-19.

Produksi pangan seperti padi, pisang, dan umbi-umbian melimpah dari bercocok tanam ladang itu.

“Kami mengapresiasi kehidupan warga Baduy cukup sederhana juga persediaan pangan keluarga mencukupinya,” kata Tati.

Kodir (40) seorang wisatawan warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan dirinya bersama rombongan pertama kali mengunjungi permukiman Baduy karena penasaran untuk melihat langsung kehidupan masyarakat Baduy.

Selama ini dirinya mengetahui masyarakat Baduy hanya dari media elektronika dan belum pernah mengunjunginya.

“Kami datang ke sini akan mengunjungi hutan kawasan Baduy juga mendatangi kawasan Baduy Dalam,” katanya.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Desa Kanekes Hudri mengatakan wisatawan yang mengunjungi Baduy harus mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, guna mencegah penularan COVID-19.

Apabila pengunjung tidak mematuhi protokol kesehatan dan 3M, kata dia, maka akan dilakukan peneguran oleh petugas. Sebab, lanjut dia, selama ini kawasan pemukiman Baduy terbebas dari ancaman penyakit yang membahayakan, termasuk Virus Corona itu. (red)

Check Also

Azis Syamsuddin: ‘Virtual Police’ Harus Tetap Perhatikan Hak Masyarakat untuk Suarakan Pendapat

Azis Syamsuddin: ‘Virtual Police’ Harus Tetap Perhatikan Hak Masyarakat untuk Suarakan Pendapat

  Metrobanten, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) M. ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup