Tingkatkan Kualitas Koperasi : Dinas Koperasi dan UKM Gelar Capacity Building For Cooperation In Kota Tangerang
Metrobanten – Tingkatkan kualitas koperasi di Kota Tangerang, Dinas Koperasi dan UKM, Universitas Swiss German (SGU) Alam Sutera, Universitas Muhamaddiyah Cikokol Tangerang berikan pembinaan bertema ‘Capacity Building For Cooperation In Kota Tangerang’.
Pembinaan dan sosialisasi itu dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang yang difasilitasi langsung oleh Dr. Nila Krisnawati selaku Dekan dari SGU dan DR. Hamdani Dekan Universitas Muhamaddiyah pada 30 – 31 Mei 2018 lalu.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Drs. H. Sayuti, M.Si mengatakan, kegiatan tersebut tentunya sangat positif sehingga kami berikan apresiasi kepada kedua Universitas itu yang telah konsen peduli terhadap koperasi di Kota Tangerang.

“Ya, mereka ingin mengetahui sejauh mana dari para pengurus koperasi di Kota Tangerang yang sudah mengetahui dan mengerti akutansi koperasi,” ujar Sayuti kepada Metrobanten, Selasa (26/6/18).
Lebih lanjut Sayuti menuturkan, sebelumnya kedua Universitas itu telah mengadakan audensi dengan Dinas Koperasi dan UKM yang ingin mengetahui sebenarnya apa yang dibutuhkan oleh koperasi – koperasi di Kota Tangerang sehingga kedepan nanti bisa mengembangkan koperasi dari skala kecil menjadi skala besar.
“Dalam pembinaan tersebut mereka ingin tahu permasalahan dan kendala apa saja yang dialami oleh para pengurus koperasi, dan sejauh mana mereka mengetahuinya, untuk itu dilakukanlah pembinaan selama 2 hari yang difasilitasi oleh mereka. Dan bukan hanya itu saja, pemberi materinya pun langsung dari kedua Universitas tersebut,” tuturnya.
Selain itu, Sayuti menambahkan, dari kedua Universitas juga ingin melakukan penelitian kepada para Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus koperasi yang ada sehingga kedepan SDM nya berkualitas dan mampu meningkatkan koperasi yang di kelola serta mampu bersaing dengan koperasi lainnya.
Tentunya dengan adanya pembinaan seperti itu sangat membantu, dari segi ilmu mereka telah mentransfer ilmu terkait koperasi. “Minimal pengetahuan mereka bertambah mengenai koperasi dan akutansi, setidaknya para pengurus koperasi sudah memiliki dasarnya,” pungkas Sayuti. (adv)









