Pemkab Lebak Minta Petani Percepat Masa Tanam Padi

Metrobanten – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, meminta petani mempercepat masa tanam padi dengan memanfaatkan curah hujan yang tinggi, sehingga dapat mendukung produksi pangan.
“Kita sampai hari ini angka tanam baru terealisasi sekitar 65 persen atau 65 ribu ha dari target 100 ribu hektare,” kata Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, dilansir dari Antara.
Untuk mencapai target angka tanam tersebut, diharapkan petani di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak dapat mempercepat melakukan gerakan tanam, terlebih saat curah hujan tinggi sekarang ini.
“Gerakan percepatan tanam sangat menguntungkan karena dapat meningkatkan produksi pangan dan pendapatan ekonomi petani dipastikan membaik,” ujarnya.
Selama ini, kata dia, produksi pangan jenis beras memang surplus dan dipasarkan ke luar daerah untuk memenuhi ketersediaan beras di tingkat provinsi dan nasional.
“Kita jangan sampai produksi pangan menurun tahun 2023,” katanya.
Ia mengajak petani agar mempercepat gerakan tanam periode November-Desember 2022 dan jika tercapai 40 ribu hektare, maka target angka tanam terealisasi 100 ribu hektare.
“Kami optimistis target tanam seluas 100 ribu hektare itu bisa terealisasi, karena saat ini di berbagai daerah sudah melakukan gerakan tanam,” katanya.
Husen (55), seorang petani di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan bahwa petani di wilayahnya sudah melaksanakan gerakan tanam sekitar 250 hektare.
“Kami melaksanakan pengelolaan pertanian padi sawah sangat terbantu adanya curah hujan, karena petani di sini tidak memiliki sarana irigasi yang memadai,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sukabungah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak Ruhyana mengatakan dirinya bersama anggotanya sejak sepekan terakhir ini sudah melaksanakan gerakan percepatan tanam seluas 150 hektare usai panen raya.
“Kami melaksanakan percepatan tanam karena November-Desember curah hujan tinggi,” katanya. (Red)









