MotoGP Teruel 2020, Alex Marquez Finish Runner-Up Beruntun

MotoGP Teruel 2020, Alex Marquez Finish Runner-Up Beruntun
Pebalap tim KTM Factory Racing Pol Espargaro dan Alex Marquez dari tim Repsol Honda melakukan selebrasi setelah finis ketiga dan kedua di Grand Prix Prancis, Sirkuit Bugatti, Le Mans. (11/10/2020) Reuters/Stephane Mahe.

 

Sport – Alex Marquez membuktikan dirinya mampu menjinakkan motor Honda setelah dua kali finis runner-up beruntun di tahun debutnya di MotoGP.

Alex Marquez mengincar hattrick podium saat melakoni seri balap ke-11 MotoGP Teruel 2020 di Sirkuit Aragon, Spanyol, pada 23-25 Oktober.

Alex Marquez sebelumnya selalu naik ke tangga podium pada dua seri balap terakhir. Dia menjadi runner-up pada balapan GP Prancis dan GP Aragon.

Hasil podium yang diraih dalam kondisi berbeda itu membantu Alex Marquez untuk mendapat respek setelah bolak-balik hanya dianggap sebagai adik Marc Marquez.

Baca juga: Alex Marquez Finish Kedua di MotoGP Aragon 2020

Pebalap Spanyol itu seharusnya berpetualang bersama sang kakak, Marc Marquez, tahun ini di Repsol Honda, namun juara dunia delapan kali itu cedera sejak seri pembuka di Jerez.

Butuh sembilan balapan bagi Alex Marquez untuk merebut podium pertamanya tahun ini ketika finis di belakang Danilo Petrucci di Le Mans dan mengalahkan calon penggantinya, Pol Espargaro.

Satu pekan berselang Marquez kembali finis runner-up di Aragon.

Baca juga: Aston Villa Tumbangkan Leicester di King Power Stadium

Jelang balapan kedua di Aragon akhir pekan ini, Marquez ingin menjaga momentum bagi Honda dan mengungkapkan bagaimana pendekatannya ke mesin RC213V.

“Mereka bilang soal motor dan gaya membalap, tapi aku bilang kalian harus kuat di semua titik. Kalian tidak bisa fokus hanya di satu titik, dan mencoba mungkin kuat hanya di area pengereman… dan khususnya kalian perlu mendapat keyakinan dengan motor itu sendiri,” kata Marquez di sesi jumpa pers Grand Prix Teruel seperti dilansir laman resmi MotoGP.

“Ini adalah motor yang kritis khususnya dengan bagian depan, kalian perlu memahami…dan memiliki set up yang baik. Jika set up-nya tidak terlalu baik maka kalian akan sangat kewalahan karena motor ini tidak mau berbelok dan sangat sulit dikendarai.

“Tapi ketika kalian mendapati semuanya kurang lebih terkendali, kalian merasa luar biasa dengan motor. Ini adalah motor yang punya potensi yang sangat banyak. Potensinya di sana, bertahun-tahun bersama Marc dengan cara terbaik mengendarai motor Honda.”

Naik ke kelas premier berbekal gelar juara dunia Moto2, Marquez mendapati performa yang kurang gereget dan konsisten di awal tahun.

Pada Juli Honda memutuskan memboyong Pol Espargaro dari KTM dan menggeser Marquez ke tim satelit LCR Honda.

“Seiring berjalannya waktu, aku memahaminya sedikit lebih baik, di bagian mana aku masih perlu memperbaiki diri karena tentunya aku masih bisa lebih baik di semua poin khususnya mungkin di sejumlah tikungan cepat, area pengereman, di mana Marc lebih baik dengan motor ini.

“Ini juga menuntut pebalap itu sendiri karena ketika kalian ingin sedikit santai dengan motor ini maka kalian akan kehilangan satu detik setiap putarannya.

“Kalian harus terus berada di batasnya, itulah kenapa di sesi latihan kita melihat Marc sering jatuh tahun lalu karena kalian harus selalu menekan, berada di limit, di jalurnya, jika tidak kalian akan kehilangan banyak waktu,” kata Marquez. (red/antara)

Check Also

Bupati Zaki Tinjau Potensi Kerawanan Banjir di Kelapa Dua

Bupati Zaki Tinjau Potensi Kerawanan Banjir di Kelapa Dua

  Metrobanten, Tangerang – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meninjau lokasi yang menjadi potensi terjadinya ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup