Mengenal Emotional Numbness atau Mati Rasa Emosional

Emosional numbness adalah kondisi ketika seseorang mengalami defisit respon ataupun reaktivitas.

Mengenal Istilah Mati Rasa Emosional atau Emotional Numbness

Metrobanten – Emotional numbness atau mati rasa emosional adalah kondisi seseorang yang sulit mengekspresikan apa yang dirasakan, atau hanya yang dirasakan adalah kehampaan, bahkan dalam bentuk kecemasan trauma tertentu.

Emotional numbness atau mati rasa emosional adalah kondisi ketika seseorang tidak bisa merasakan, mengidentifikasi, dan mengekspresikan emosinya sendiri. Karena trauma di masa lalu, mematikan emosinya, belum berdamai dimasa lalu, atau obat-obatan anti depresan.

Merasa kosong atau hampa isitalnya disebut juga Borderline personality disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang adalah gangguan mental serius yang memengaruhi perasaan dan cara berpikir penderitanya.

Kondisi ini ditandai dengan suasana hati dan citra diri yang senantiasa berubah-ubah dan sulit dikontrol, serta perilaku yang impulsif.

Terkadang, mati rasa emosional menjadi salah satu cara untuk lari dari masalah atau dampak dari perubahan emosi ekstrem yang terlalu sering terjadi.

Jika dibiarkan, lambat laun, seseorang yang mati rasa emosi akan terbiasa untuk menyangkal emosi dan tidak mengekspresikannya, hingga berujung pada rusaknya hubungan dengan orang lain.

Mati Rasa Secara Emosional (Emotional Numbness)

Mati rasa (emosional numbness) adalah kondisi ketika seseorang mengalami defisit respon ataupun reaktivitas emosional (Lindberg, 2021).

Sering kali, mati rasa emosional menghasilkan pembatasan sementara dalam kapasitas untuk merasakan atau mengekspresikan emosi. Adapun beberapa hal yang menjadi ciri dari emotional numbness ialah:

  • Hilangnya minat untuk melakukan hal-hal yang biasanya dirasa menyenangkan
  • Mengalami kesulitan untuk mengekspresikan diri sehingga merasa ‘datar’ menjalani hidup, baik fisik maupun emosional
  • Merasa tidak dapat terhubung ataupun jauh dengan lingkungan sekitar
  • Sulit merasa bahagia, senang, atau perasaan positif

Mai rasa emosional dapat terjadi ketika sistem limbik dibanjiri dengan hormon stres (Goodwin, 2017). Situasi stres yang tinggi dapat membebani emosi secara berlebihan sehingga menyebabkan kelelahan pada tubuh. Kombinasi dari keduanya dapat menyebabkan perasaan terkuras dan, akibatnya, mati rasa.

Mati rasa juga bisa menjadi mekanisme coping untuk melindungi diri dan mencegah lebih banyak rasa sakit memasuki jiwa yang berkaitan dengan trauma.

Kondisi mati rasa atau emotional numbness juga sering dikaitkan sebagai bentuk ciri dari berbagai gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, hingga gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Cara Mengatasi Emotional Numbness

Saat mengalami mati rasa secara emosional, kamu harus menyadari dan menerima keadaanmu terlebih dahulu. Jika memungkinkan, identifikasi juga apa yang memicu munculnya mati rasa tersebut. Selanjutnya, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut untuk mengatasinya:

1. Cari dukungan dari orang terdekat

Terkadang, kita merasa bisa menyelesaikan semua masalah sendiri. Padahal, ada orang-orang di sekitar yang bisa memberikan dukungan dan membantu kita, lho. Stres dan masalah yang sering dipendam sendiri kadang menjadi pemicu munculnya emotional numbness.

Oleh karena itu, coba deh ceritakan dan ekspresikan apa pun yang kamu rasakan dan alami.

Kamu bisa curhat dengan orang terdekat yang paling kamu percaya, baik itu pasangan atau keluarga. Berbagi cerita dengan orang yang bisa kamu percaya bisa membuatmu merasa lebih lega.

2. Fokus pada diri sendiri dan jangan hiraukan perkataan orang lain

Ketika mengalami mati rasa secara emosional, mungkin saja orang yang tidak tahu dan memahami kondisimu akan melemparkan kritik kepadamu. Nah, untuk sementara, jangan dihiraukan dulu kritik ini, ya.

Sebaliknya, fokuslah untuk pulih dan merasakan kembali berbagai emosi, seperti marah, kesal, senang, atau sedih.

Ingatlah bahwa emosi itu wajar, asal tidak berlebihan dan masih bisa dikendalikan. Menangislah jika memang ada sesuatu yang membuatmu sedih.

Kamu juga boleh kok marah jika memang ada yang menyakitimu. Jangan menyangkal emosi yang datang, tetapi terima dan kelolalah dengan cara yang benar.

3. Lakukan grounding exercises

Grounding exercises merupakan salah satu teknik mindfulness yang bermanfaat untuk membantumu agar bisa fokus, mengurangi kecemasan, dan melatih emosi. Beberapa langkah untuk melakukan grounding exercises adalah sebagai berikut:

  • Lakukan latihan pernapasan dengan mengambil napas dalam, merasakan udara yang mengalir, dan embuskan secara perlahan. Lakukan sampai kamu merasa lebih tenang.
  • Setelah lebih tenang, sentuh benda yang ada di sekitarmu, misalnya buku, pena, atau bangku, kemudian rasakan teksturnya, suhunya, atau beratnya.
  • Perhatikan warna benda-benda di sekitarmu. Cobalah temukan dan sebutkan lima benda berwarna biru, hijau, atau merah yang ada di dekatmu.
  • Pegang sepotong es batu di tanganmu. Rasakan bagaimana ketika es tersebut meleleh. Cobalah untuk menyebutkan sensasinya.
  • Putar lagu favorit dan dengarkan dengan sungguh-sungguh.

4. Terapkan pola hidup sehat

Menerapkan pola hidup sehat juga perlu dilakukan untuk membantu mengatasi mati rasa emosi yang kamu alami.

Mulai sekarang, cobalah berolahraga secara teratur. Kamu bisa memulainya dengan yoga, menari, atau sekadar jalan kaki. Olahraga diketahui bisa membantu meningkatkan kadar hormon kebahagiaan.

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi makanan sehat dan mencukupi waktu istirahat. Selain itu, kamu bisa mencoba berbagai metode pengelolaan stres, seperti menulis jurnal atau melakukan hobi yang pernah membuatmu bahagia.

Emotional numbness memang bisa diatasiTetapi, jika setelah melakukan berbagai cara di atas mati rasa emosional yang kamu alami tidak kunjung membaik, sebaiknya berkonsultasilah dengan psikolog atau psikiater.

Untuk mengatasi kondisi ini, biasanya psikolog atau psikiater akan menganjurkanmu untuk menjalani psikoterapi berbentuk terapi perilaku kognitif atau terapi penerimaan dan komitmen.

(Arsa)

Back to top button