Menepis Istilah ‘Bertahan Atau Dimakan’ di Jalan Raya

Menepis Istilah ‘Bertahan Atau Dimakan’ di Jalan Raya

Metrobanten – ‘Eling Lan Waspada’ ungkapan sekaligus falsafah yang dipegang masyarakat Jawa ternyata bisa diterapkan dalam berkendara aman alias safety riding. Secara ringkas ungkapan tersebut diartikan agar orang untuk selalu hati-hati dan bersikap waspada.

Diibaratkan, jalan raya tidak ubahnya hutan atau sungai yang kaya keanekaragaman mahluk hidup dan terkenal dengan istilah ‘bertahan atau dimakan’.

Begitu juga dengan jalan raya, bahkan lebih kompleks, tidak hanya diisi oleh baragam jenis kendaraan, sifat dan karakter pengendara semakin membuat jalan raya sebagai tempat yang penuh potensi kecelakaan.

Itulah sebabnya, pentingnya pemahaman keamanan berkendara wajib tumbuh awal dalam diri pribadi pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang lebih dari 50 persen dominasi kepadatan jalan raya.

“Hati- hati dan selalu waspada, adalah hal utama yang harus dimiliki pengguna jalan raya khsususnya pengendara motor. Kecelakan tidak hanya potensial dari kondisi jalanan, tidak jarang angka kecelakaan lebih banyak disumbang dari faktor kelalaian pengendara itu sendiri,” papar Head of Safety Riding, Agus Sani.

Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati (WMS) selaku pemegang wilayah distribusi penjualan dan layanan after sales Honda juga miliki semangat dan perhatian khusus untuk penyebaran paham dan sadar safety riding.

Penyebarluasan pengetahuan teori hingga praktek yang diberikan juga menitik beratkan kepada pribadi setiap orang. Seperti yang diungkap salah satu instruktur senior Safety Riding Promotion, Siswanto yang pada 11 Desember 2022 ini memasuki masa menikmati pensiun.

“Jangan menggantungkan keselamatan diri dijalan pada pengendara lain, peraturan atau keadaan sarana jalan. Awali setiap memutar kunci starter motor anda dengan rasa hati-hati, waspada, dan ingat untuk lebih mementingkan keselamatan diri,” tukas pria berusia 56 tahun ini.

Persiapkan diri, mulai dari perlengkapan berkendara dan kondisi motor yang fit. Memasuki jalan raya khususnya dengan ‘rasa’ khas ibukota yang padat, fungsikan maksimal ‘radar’ 360 derajat dalam diri anda.

Jaga kesantunan dan kepatuhan norma berkendara, Selalu mengawasi dan mengontrol seluruh prilaku dan karakter pengguna jalan raya yang dekat dengan diri anda.

Kewaspadaan ini diperlukan untuk gerakan antisipasi reflek dengan kejadian dikondisi jalan.

Pastikan penggunaan keselamatan berkendara internal motor seperti kaca spion, penggunaan lampu sinyal, dan alat komunikasi antar pengendara melalui klakson.

Layaknya tim basket yang tengah dikunci lawan, gunakan mode defensive untuk mengukur dan ikuti irama permainan lawan.

“Seni bola basket defensive bukanlah hal baru. Dikembangkan awal pada edukasi pengemudi roda empat, namun tidak ada salahnya menerapkan mode bertahan ini pada pengendara motor,” tutup Agus. (*)

Back to top button