Mayat Laki-laki Ditemukan Membusuk di Perairan Pulau Tinjil Pandeglang

Metrobanten, Pandeglang – Basarnas Banten mengevakuasi mayat tanpa identitas di perairan Pulau Tinjil, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Kamis, 15 Juli 2020.

Mayat dengan jenis kelamin laki-laki itu pertama kali ditemukan oleh nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar Pulau. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah membusuk, diduga mayat itu sudah berhari-hari mengambang di laut.

Nelayan yang sedang melaut di kawasan Pulau Tinjil Kabupaten Pandeglang, menemukan mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas terdampar di Pulai Tinjil, Kamis (16/7), sekitar pukul 04.55 WIB.

Baca juga: BIN Gelar Rapid Test Massal di Kota Tangerang, Ingatkan Protokol Kesehatan

Mendapatkan informasi dari nelayan, pihak Basarnas Banten, Polair Polres Pandeglang, Lanal Banten Pos Binungeun, dan masyarakat setempat langsung melakukan penjemputan ke Pulau Tinjil, untuk mengevakuasi mayat tanpa indentitas tersebut.

Salah seorang warga yang melaporkan penemuan mayat itu, Jon mengungkapkan, ia mendapatkan laporan dari nelayan yang sedang melaut untuk mencari ikan di wilayah Pulau Tinjil, bahwa ada mayat yang terdampar.

Baca juga: Polresta Tangerang Bikin Garis Jaga Jarak Motor Mirip Start MotoGP

“Saya langsung meneruskan informasi penemuan mayat itu ke pihak Basarnas Banten. Pihak Basarnas pun langsung meresponya dan terjun langsung untuk melakukan evakuasi,” Jon yang juga sebagai Relawan Madur Rescue, Kamis (16/7).

Kepala Basarnas Banten Muhammad Zaenal Arifin membenarkan, adanya penemuan mayat tersebut. Katanya, mayat pertama kali ditemukan oleh nelayan asal Binuangeun yang sedang menjaring ikan di sekitar Pulau Tinjil sekitar pukul 04.55 WIB.

“Usai menemukan mayat itu, nelayan tersebut langsung menghubungi rekannya di darat dan diteruskan ke Basarnas Provinsi Banten. Menurut laporan jenis kelaminnya laki-laki,” kata Zaenal.

Saat ini, dia sudah mengerahkan para personelnya untuk melakukan evakuasi terhadap mayat tersebut. Perjalanan yang mesti ditempuh ke Pulau Tinjil membutuhkan waktu sekitar empat jam.

“Saat ini petugas kami menggunakan kapal kincang sedang menuju lokasi penemuan mayat tersebut, tadi berangkat sekitar pukul 05.15 WIB dengan membawa lima orang personel,” ungkapnya.

Untuk sementara lanjutnya, identitas mayat belum berhasil diidentifikasi. Namun berdasarkan ciri-cirinya mirip dengan korban kecelakaan laut di wilayah Sukabumi.

“Sejauh ini, ciri-ciri korban sesuai dengan yang kecelakaan pelayaran dari Sukabumi, atas nama Rudi dengan ciri-ciri tubuh pendek menggunakan celana merah dan kaos abu-abu,” jelasnya.

Setelah dapat dievakuasi dan diindetifikasi, pihaknya bakal kembali memberikan kejelasan.

“Kami belum bisa memberikan kejelasan lebih detail soal penemuan mayat tersebut, nanti bakal kami kabari lagi kalau sudah dilakukan indentifikasi,” pungkasnya. (red)

Check Also

Sanksi Pelanggar Prokes Bisa Diterapkan Setelah Hak Dasar Masyarakat Disalurkan

Sanksi Pelanggar Prokes Bisa Diterapkan Setelah Hak Dasar Masyarakat Disalurkan

  Metrobanten, DPR – Anggota Komisi II DPR RI Anwar Hafid menegaskan, jika pendekatan sanksi ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup