Kota Tangsel Zona Merah, Dinkes: Ada Perbedaan Data Antara di Pusat Dengan di Daerah

Kota Tangsel Zona Merah, Dinkes: Dirilis Berasal dari Data Lama yang Berproses Sinkronisasi.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Alin menjelaskan bahwa selama ini ada perbedaan data antara data di pusat dengan data di daerah.

 

Metrobanten, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan jelaskan adanya perbedaan yang terjadi dalam pendataan Covid-19. Perbedaan data ini yang menyebabkan Kota Tangsel menjadi daerah berstatus zona merah.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Alin menjelaskan bahwa penetapan Kota Tangsel sebagai zona merah dikarenakan data kasus positif yang meningkat secara signifikan.

Namun hal tersebut disanggah karena data yang dirilis berasal dari data lama yg berproses sinkronisasi.

Baca juga: Hanya Banten Kasus Covid-19 yang Meningkat dari 15 Provinsi Prioritas PPKM Mikro

”Hal tersebut yang membuat data di dalam aplikasi NAR (New All Record) dalam minggu ini naik secara signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya,” kata Alin saat menjelaskan alasan lonjakan angka positif di Tangsel.

Dia menambahkan bahwa selama ini ada perbedaan data antara data di pusat dengan data di daerah. Dimana data di daerah lebih banyak jika dibanding dengan data di pusat.

Baca juga: Pemprov Banten Perpanjang PPKM Mikro, Gubernur Perketat Kriteria

Sehingga menurutnya data yang dilaporkan oleh daerah selama ini belum terinput seluruhnya di pusat. Oleh karena itu sejak selasa kemarin pemerinah pusat melakukan sinkornisasi data dengan data yang ada di daerah.

Sementara setelah ditetapkan sebagai daerah dengan status zona merah, Dinas Kesehatan segera melakukan sinkronisasi dengan pemerintah pusat. Terutama dengan Kementerian Kesehatan melalui NAR.

Baca juga: Covid-19 Meningkat, Gubernur WH: Ada Keterlambatan Memasukkan Data Sinkronisasi Dengan Pusat

Selama ini sinkronisasi dilakukan dan menemukan hasil jika ada banyak data delay yang baru terlaporkan dan masuk setelah terverifikasi. ”Data yang terlaporkan diikuti dengan data kesembuhan,” kata dia.

Dengan begitu dia berharap masyarakat tidak khawatir dengan status zona merah saat ini. karena penyebabnya bukan jumlah kasus yang melonjak minggu ini. namun data lama yang baru terinput dikarenakan adanya perbedaan data yang dimasukkan ke dalam NAR.

Saat ini Dinas Kesehatan terus melakukan upaya persuasif untuk memastika jumlah penularan Covid-19 berada di bawah kendali dan tidak menyebabkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Namun masyarakat diajak untuk tetap waspada dan selalu mentaati protokol kesehatan, dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan. (red)

Check Also

Bupati Zaki Tinjau Vaksinasi di Kosambi dan ICE BSD Pagedangan

Bupati Zaki Tinjau Vaksinasi di Kosambi dan ICE BSD Pagedangan

  Metrobanten, Tangerang – Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar melakukan pemantauan dan monitoring penyuntikan vaksinasi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup