Wisuda Universitas Budi Luhur, Rektor UBL Ingatkan Pentingnya Integritas di Tengah Perkembangan Teknologi

Metrobanten – Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, berpesan kepada para lulusan agar terus mengembangkan kompetensi dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk menerapkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Budi Luhur, yang digelar pada Senin (26/10/2026) di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC).
Dalam sambutannya, Agus menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Budi Luhur. Ia juga mengapresiasi perjuangan para lulusan beserta keluarga yang telah mendukung proses pendidikan hingga mencapai momen kelulusan.
“Atas nama seluruh keluarga besar Universitas Budi Luhur, saya menyampaikan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan yang ditempuh di kampus tercinta,” ujar Agus.
Ia menegaskan, wisuda bukan sekadar seremoni atau pengukuhan kelulusan. Di balik toga yang dikenakan para wisudawan, terdapat perjalanan panjang yang diwarnai tantangan, kerja keras, dan pengorbanan, baik dari mahasiswa maupun keluarga.
Karena itu, Agus mengajak para lulusan untuk merayakan pencapaian tersebut sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan baru setelah meninggalkan bangku perkuliahan.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan perlu diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari lingkungan masyarakat, dunia usaha, hingga kehidupan pribadi. Para lulusan diharapkan mampu menjadi individu yang produktif serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Agus juga menyoroti perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat, terutama akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perubahan tersebut turut memengaruhi cara manusia bekerja dan menjalani kehidupan, sekaligus menghadirkan tantangan baru di berbagai bidang profesi.
Dalam situasi tersebut, penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan menjadi modal penting. Namun, menurut Agus, kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri juga menjadi faktor yang tidak kalah penting agar seseorang tetap relevan dan mampu memberikan manfaat.
“Dalam situasi tersebut, penguasaan keilmuan menjadi hal penting, namun kemauan untuk terus belajar justru menjadi hal yang jauh lebih penting,” tuturnya.
Ia berharap para lulusan Universitas Budi Luhur tidak berhenti mengembangkan diri setelah meraih gelar akademik. Sebaliknya, mereka perlu terus membuka diri terhadap pengetahuan baru, berani menghadapi perubahan, dan memanfaatkan kompetensi yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Agus mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan waktu yang berbeda dalam mencapai keberhasilan. Oleh sebab itu, para wisudawan tidak perlu terpaku pada pencapaian orang lain, melainkan terus berusaha menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri dengan berbekal ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keluhuran budi.
“Jangan takut untuk melangkah, teruslah bertumbuh, masa depan sedang menunggu,” pesannya kepada para wisudawan.
Agus menambahkan, kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa cepat seseorang mencapai tujuan. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari kemampuan seseorang untuk terus berkembang tanpa kehilangan integritas, nilai-nilai moral, dan rasa kemanusiaan.
Pesan tersebut sejalan dengan nilai keluhuran budi yang menjadi landasan Universitas Budi Luhur dalam mendorong para lulusannya agar tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui momentum wisuda ini, Universitas Budi Luhur berharap para lulusan Magister, Sarjana, dan Ahli Madya dapat melangkah ke tahap kehidupan berikutnya dengan percaya diri, terus meningkatkan kompetensi, serta membawa nilai-nilai keluhuran budi dalam setiap karya dan pengabdian di tengah masyarakat. Sif)









