Hindari ‘Herd Stupidity’ Dengan Cara Edukasi Diri tentang Protokol Kesehatan COVID-19

Hindari ‘Herd Stupidity’ Dengan 3 Cara Edukasi Diri tentang Protokol Kesehatan COVID-19
Sikap masa bodoh yang ditandai dengan pengabaian protokol kesehatan menunjukkan herd stupidity yang berdampak pada meningkatnya kasus Covid-19..

 

Kesehatan – Istilah Herd Stupidity akhir-akhir ini menjadi viral sejak pertama kali disebutkan oleh epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat UI (FKM UI), Pandu Riono, yang menyikapi sikap publik akan COVID-19.

Bukannya mencapai kekebalan kelompok, Indonesia belakangan dinilai sudah mencapai ‘Herd Stupidity(kawanan kebodohan) . Apa sih makna sebenarnya?

Istilah herd stupidity datang dari pakar epidemiologi Pandu Riono Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Pandu menggambarkan sikap abai pemerintah dan masyarakat terkait pandemi COVID-19 bak kebodohan bersama yang menjadikan Corona di Indonesia tak kunjung mereda, hingga beberapa hari belakangan mencatat lonjakan kasus COVID-19.

Herd stupidity seperti kebalikan dari konsep herd immunity yang menjadi salah satu jalan mengakhiri pandemi Corona. Pandu menilai masyarakat ikut berperan dalam herd stupidity Indonesia lantaran tak kapok dengan risiko kenaikan kasus COVID-19 seperti di mudik Lebaran tahun lalu.

Banyak warga yang nekat kembali mudik Lebaran di saat risiko transmisi Corona semakin cepat akibat munculnya sejumlah varian baru. Begitu juga dengan pemerintah, pemerintah dinilai Pandu tak tegas menerapkan kebijakan di lapangan, seperti salah satunya larangan mudik.

“Herd kan komunal, stupidity kebodohan. (Herd stupidity) Itu artinya kebodohan bersama, makanya Indonesia herd stupidity. Sudah tahu mudik dilarang, masih pergi. Sudah diingatkan kemungkinan varian baru, nggak peduli. Sudah tahu mudik bisa meningkatkan kasus, tidak dilarang dengan ketat. Ya baik pemerintah maupun masyarakat sama-sama abai,” jelasnya, dikutip dari laman detikcom Senin (21/6/2021).

Baca juga: 10 Kecamatan di Kota Tangerang Masuk Zona Merah, 3 Kecamatan Zona Orange

Kasus COVID-19 yang terus mengalami lonjakan di Indonesia, terutama di beberapa titik seperti Jakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah, disinyalir dikarenakan mudik yang dilakukan masyarakat.

Sikap masa bodoh yang ditandai dengan pengabaian prokes (protokol kesehatan) dan tetap bepergian menunjukkan herd stupidity yang berdampak pada meningkatnya kasus pandemi.  

Mendapatkan Informasi yang Benar dan Pentingnya Mematuhi Prokes

Sampai saat ini vaksin adalah langkah yang tepat untuk mencegah penyebaran COVID-19. Untuk itulah pemerintah mendorong masyarakat untuk menjalani vaksin. Diharapkan pemberian vaksin yang massal dapat menciptakan herd immunity.

Jika herd immunity terjadi, secara tidak langsung ini memberikan perlindungan kepada kelompok yang lebih besar sehingga mereka yang belum kebal terhadap infeksi virus juga bisa terlindungi.

Herd immunity adalah sesuatu yang ingin dicapai oleh pemerintah dengan menggalakkan vaksinasi dan mempertegas prokes.

Namun, sikap masa bodoh masyarakat yang kian hari kian meningkat justru malah meningkatkan herd stupidity. Inilah yang sangat disayangkan ketika masih ada saja dan malah semakin banyak orang yang menganggap COVID-19 sebagai ilusi.

Baca juga: Satgas Intensifkan Sosialisasi dan Edukasi Protokol Kesehatan kepada Masyarakat

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, disebutkan per 23 Juni 2021 orang yang positif COVID-19 adalah 2.033.421. Dari 36 provinsi di Indonesia, DKI Jakarta menempati peringkat tertinggi orang terinfeksi COVID-19.

Menyikapi melonjaknya kasus COVID-19, perlu adanya edukasi yang benar mengenai bahaya corona dan bagaimana pencegahannya. Sudah saatnya masyarakat aktif mengedukasi diri dan orang terdekat, meningkatkan herd immunity dan bukannya herd stupidity. Apa yang bisa kamu lakukan untuk mengedukasi diri mengenai COVID-19?

1. Cari Tahu tentang COVID-19

Berhentilah bersikap masa bodoh dan tidak peduli. Saatnya kamu update mengenai COVID-19, fakta mengenai penyebaran virus ini, dan langkah pencegahannya. Tentunya dapatkan informasi mengenai COVID-19 dari sumber yang valid, supaya kamu mendapatkan fakta yang sebenarnya bukan hanya sekadar simpang siur yang bukan tak mungkin menimbulkan hoaks.

2. Patuhi prokes

Setelah mendapatkan informasi mengenai COVID-19, hal yang semestinya kamu lakukan adalah mematuhi prokes. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dan mengenakan masker setiap kali hendak bepergian. Usahakan untuk membatasi kontak fisik dan keluar rumah jika tidak diperlukan. Menjaga jarak, menghindari keramaian, serta senantiasa membawa hand sanitizer dan kenakan masker.

Baca juga: Pemkab Tangerang Maksimalkan Vaksinasi Covid-19 Bagi Warga

Saat ini ada update terbaru bahwa penggunaan masker yang terbaik adalah masker medis. Boleh menggunakan masker kain, tetapi setelah lebih dulu menggunakan masker medis. Untuk kondisi saat ini, penggunaan masker medis dinilai lebih efektif untuk mencegah masuknya droplet.

3. Pentingnya Vaksinasi

Vaksinasi adalah langkah terampuh saat ini untuk menghentikan penyebaran virus COVID-19 dan membentuk herd immunity. Segera daftarkan dirimu dan keluarga untuk mendapatkan vaksin.

Pemberitaan simpang-siur mengenai dampak vaksin hanya memicu keresahan dan membuatmu menunda-nunda mendapatkan vaksin.

Mengedukasi diri tentang COVID-19 sangat penting dilakukan untuk menghindari herd stupidity.

Lewat edukasi diri kamu juga bisa mengedukasi orang-orang terdekatmu. Hal lain yang tidak boleh diluputkan juga adalah tetap menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Konsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup, tidur teratur, dan pastinya olahraga. (red)

Check Also

Polri Pastikan Beredarnya Video Rusuh Demo Tanggal 24 Juli itu Hoaks

Polri Pastikan Beredarnya Video Rusuh Demo Tanggal 24 Juli itu Hoaks

  Metrobanten, Jakarta – Beredar video aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan dengan menarasikan bahwa ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup