Do’akan Korban Kanjuruhan, Polres Metro Tangerang Kota Gelar Shalat Ghaib

Do’akan Korban Kanjuruhan, Polres Metro Tangerang Kota Gelar Shalat Ghaib

Metrobanten – Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menggelar kegiatan shalat Ghaib dan doa bersama, berbelasungkawa atas meninggalnya 125 orang yang menjadi korban insiden suporter bola di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa timur.

Pada 1 Oktober lalu, termasuk 2 orang anggota Polri yang sedang melakukan pengamanan saat kejadian, Rabu (5/10/2022) siang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Kautsar, Polres Metro Tangerang Kota tersebut di Imami oleh Kompol H. Khoiri Wakasat Reskrim. Diikuti seluruh anggota Kepolisian Resort Metro Tangerang Kota.

Diawali dengan Shalat Zuhur secara berjamaah dilanjutkan shalat ghaib, dan diakhiri dengan doa untuk 125 korban insiden stadion Kanjuruhan.

Dalam kesempatannya, Kapolres menyampaikan ungkapan duka cita dan belasungkawa seluruh jajaran Polres Metro Tangerang Kota kepada seluruh korban, disertai doa bagi korban baik yang meninggal dunia maupun luka-luka.

“Semoga para korban diampuni segala dosa dan khilafnya, mendapat tempat terbaik dari Allah SWT, meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah dan yang luka segera diberikan kesembuhan,” ujar Zain.

Ia berpesan kepada seluruh jajarannya untuk mengurangi sekecil apapun kesalahan dalam melaksanakan tugas, selalu saling mengingatkan dalam kebaikan. Jadikan Institusi untuk masa depan disertai dengan mengembalikan citra Polri lebih baik lagi dimata masyarakat.

“Menjadi pembelajaran kita bersama supaya menjadi lebih baik lagi kedepan, dan permasalahan ini dapat segera selesai,” katanya.

“Kepada keluarga korban di stadion Kanjuruhan yang di tinggalkan selalu diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan,” imbuhnya.

Zain mengungkapkan, semalam 4 Oktober 2022 ada sebanyak 18 komunitas sepak bola (suporter) se-Tangerang Raya telah melaksanakan doa bersama di stadion Benteng Rebond bersama dengan pemerintah Kota Tangerang, TNI dan Polri.

“Saya sangat berharap semua dapat menjadikan kejadian kemarin sebagai pelajaran bersama, semua komunitas semalam sudah menyatakan sikap untuk mengakhiri segala permusuhan dan pertikaian antar suporter, membangun sepak bola Indonesia lebih baik lagi. 90 menit boleh tim kita bersaing di lapangan, namun selebihnya ada lomba kreativitas suporter disitu dan sepakbola adalah sarana untuk menguatkan tali persaudaraan,” pungkasnya. (Wan)

Back to top button