Ratusan Nelayan di Pandeglang Dilatih Pengembangan Wirausaha

Metrobanten, Pandeglang – Ratusan nelayan Pandeglang, diberikan pelatihan pengembangan usaha dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Langkah itu dilakukan sebagai upaya dalam menstabilkan ekonomi warga nelayan pada masa pandemi covid-19.
Diketahui, ada sekitar 100 nelayan dari beberapa kecamatan di Pandeglang, yang mengikuti pelatihan kewirausahaan tersebut. Untuk para istri nelayan dilatih pengembangan usaha kuliner dan olahan ikan, sementara suaminya, diberikan pelatihan membuat alat tangkap dan perbaikan mesin kapal tangkap ikan.
Baca juga: Walikota Airin Ikuti Kebijakan Pemprov Banten Terkait PSBB
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Pandeglang, Suaedi Kurdiatna mengklaim, sudah melatih para nelayan, agar bisa mengembangkan usaha di masa paceklik dampak Covid-19.
Kata Suaedi, ratusan warga nelayan Pandeglang diberikan pelatihan pengembangan usaha oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, sebagai upaya dalam menstabilkan ekonomi nelayan di masa pandemi Covid-19.
Baca juga: Polwan Polda Banten Rutin Berikan Himbauan di Pusat Pembelanjaan
“Ada sekitar 100 nelayan dari beberapa kecamatan di Pandeglang yang mengikuti pelatihan kewirausahaan. Untuk istri-istri nelayan dilatih pengembangan usaha kuliner dan olahan ikan. Sementara suaminya diberikan pelatihan membuat alat tangkap dan perbaikan mesin kapal tangkap ikan,” kata Suedi, Senin (14/9).
Menurut Suaedi, pelatihan kewirausahaan bagi para nelayan itu dimaksudkan, untuk meningkatkan kreativitas dan menstabilkan ekonomi warga di masa pandemi Covid-19.
“Kenapa kami harus memberikan pelatihan, karena pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap semua sektor. Salah satunya prekonomian masyarakat nelayan,” ujarnya.
Melalui kegiatan yang diberikan kata Suaedi, para nelayan bisa mengetahui kegiatan apa saja yang menjadi kebijakan KKP RI. Karena selain pelatihan, KKP juga memberikan sosialisasi yang berkaitan dengan asuransi nelayan, serta program lainnya.
“Para peserta ini selain diberikan pelatihan, juga untuk tindak lanjut kedepan, agar pengembangan usahanya tetap berjalan. Peserta diberikan bantuan alat untuk pengembangan usaha itu dan kami pun akan terus melakukan pendampingan,” tandasnya. (red)









