DPRD pimpin rapat dengar pendapat kedua belah pihak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat di dalam forum. Perdebatan dari kedua pihak antara warga dan PT JKC.

Dengar Pendapat: Jalan Akan Ditutup, Warga Tanah Tinggi Temui DPRD

Metrobanten, Kota – Rapat dengar pendapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang bersama warga Kelurahan Tanah Tinggi dan PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) berlangsung sengit, Selasa (3/12/19).

Dalam musyawarah yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Sumarti di ruang Banmus mengatakan, kedua belah pihak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat di dalam forum. Perdebatan dari kedua pihak antara warga dan PT JKC sebagai pelaksana proyek itu pun sempat memanas.

Menurut Sumarti, agenda hearing kali ini merupakan upaya DPRD Kota Tangerang untuk menindaklanjuti keluhan warga di Tanah Tinggi yang meminta akses di Jalan Mandala dan Melati di sekitar proyek tol tersebut tidak diputus.

“Iya, warga meminta akses jalan tidak diputus oleh jalan tol Bandara Kunciran,” katanya, Selasa (3/12/2019). “Karena jalan itu satu-satunya akses untuk anak-anak menuju ke sekolah, kalau diputus ya kasihan warga memang,” ujarnya menambahkan.

Setelah mendengar pendapat dari kedua pihak dan sejumlah instansi terkait, Sumarti menyimpulkan, titik persoalan ini ada pada PT JKC yang memiliki kapasitas untuk mengusulkan tuntutan warga kepada Kementerian PUPR.

“Selama ini mungkin belum terealisasi karena komunikasi yang tersendat. Makanya kami ajak duduk bareng semua yang berkaitan dalam pembangunan proyek ini. Kan kita mau cari solusi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Tanah Tinggi Sukatno mengaku belum puas untuk hasil yang didapat dari musyawarah tersebut. Sebab menurutnya, tuntutan warga yang hanya meminta akses jalan tidak diputus pembangunan itu, belum mendapat kejelasan sampai hari ini.

“Intinya kami belum puas, karena belum jelas. Kami masih harus menunggu JKC mengusulkan ke Kementerian PUPR,” jelas Sukatno mewakili ratusan warga.

“Pilihan kami hanya dua. Ditutup atau dibuka, tapi pihak JKC tetap tidak mau ambil keputusan hari ini. Dia (JKC) meminta waktu untuk menunggu jawaban dari Kementerian PUPR. Makanya kami buat pernyataan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Proyek (Pimpro) PT JKC Tatok Imbang K mengaku akan menyampaikan usulan warga dari hasil rapat ini kepada Kementerian PUPR.

“Kami akan follow up tuntutan warga ke Kementerian PUPR. Dan kalau untuk keputusan, kami menyerahkan semua itu kepada kementerian, sebab kami terikat dengan perjanjian perusahaan jalan tol,” ujarnya. (Hel)

Check Also

Tarantula Jadi Pilihan Menarik Untuk Di Jadikan Hewan Koleksi

Post Views: 735 Metrobanten, Memelihara tarantula tidaklah sulit. Serangga itu cukup ditempatkan dalam wadah yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *