Pemkot Tangerang Siapkan Perahu dan Jembatan Apung, Mudahkan Warga Aktifitas
Metrobanten, Kota – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk membantu mobilisasi warga di lokasi terdampak bencana. Sarana dan prasarana yang disiapkan mulai dari perahu hingga jembatan apung sebagai upaya untuk memudahkan warga menyeberang.
“BPBD Kota Tangerang menyiagakan sebanyak delapan perahu untuk keperluan evakuasi. Selain itu juga ada jembatan apung yang disiapkan untuk warga yang akan menyeberang,” kata Wakil Wali Kota Tangerang, Banten,Sachrudin saat meninjau lokasi perumahan Garden City Residence, Kelurahan Gebang Raya, Periuk, Ahad (2/2).
Dalam pantauannya ke lokasi bersama sejumlah aparat di kawasan perumahan tersebut tergenang banjir dengan rata – rata ketinggian air mencapai 150 centimeter. “Kita cek kondisi di lapangan dan memang air masih cukup tinggi ditambah masih tingginya intensitas hujan,” ungkap Sachrudin
Akses jalan terputus akibat banjir, Pemerintah Kota Tangerang melalui Disbudpar telah membangun 200 meter jembatan apung dari Jembatan Alamanda hingga Garden City Kelurahan Gebang Raya.
Kabid Pariwisata Disbudpar, Boyke Urif Hermawan, menuturkan, hal ini dilakukan untuk menyambung akses warga yang terputus. Sehingga, aktifitas warga bisa tetap berjalan tanpa kesulitan dengan kondisi ketinggian air 60-90 cm.
“Dengan jembatan apung ini, bagi warga yang mau ke pasar, keluar rumah atau beraktivitas lainnya, bisa tetap berjalan,” ungkap Boyke, Minggu (2/2/20).
Adanya jembatan apung di Garden City, masyarakat merasa terbantu. Seperti salah seorang warga Garden City, Rizka, yang merasakan manfaat dan kemudahan dengan adanya jembatan apung.
“Iya nih, alhamdulillah kami jadi tetap bisa beraktifitas. Saya mau ke Pasar Regency mau beli stok makanan di rumah, jadi gak perlu nyemplung ke banjir,” katanya.
Dinas PUPR pun mengerahkan 255 petugas dan mengoptimalkan 30 pompa penyedot air dalam membantu percepatan pengeringan di lokasi banjir. Namun, hingga Ahad (2/2) pagi, banjir masih melanda sejumlah wilayah khususnya di Kecamatan Periuk. Sedang di beberapa lokasi lainnya sudah surut.
Diketahui, warga yang ingin naik ke jembatan apung, sebelumnya dibantu petugas di lapangan dengan perahu karet. Hingga kini, warga lalu lalang menggunakan jembatan apung. (Red)









