Dikeluhkan Masyarakat, Sistem Pendaftaran PPDB Secara Online Sulit Diakses

Metrobanten, Tangerang – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online Tangerang Raya banyak di keluhkan warga, sejak dibuka sampai di perpanjang 4 Juli 2021 mendatang server PPDB daring sulit diakses.
Maria salah satu warga Kota Bumi 5 Kelurahan Kota Bumi Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Kamis (01/07/2021) mengatakan, ia ingin mendaftarkan anaknya di SMA Negeri 24 Kabupaten Tangerang server pendaftaran secara online tidak bisa masuk.
Saat buka situs https://ppdbmandiri.bantenprov.go.id/ sistem masih dapat diakses. Lalu mengisi data untuk membuat akun calon peserta didik. Saat mengklik pengajuan pembuatan akun, sistem tak dapat diakses.
Baca juga: Pemkot Tangerang Buka Seleksi CPNS dan P3K Sebanyak 3.628 Formasi
“Saya bingung jika sistem tak dapat diakses, semestinya Pemprov Banten memberi informasi lanjutan mengenai di mana letak kesalahan sistem saat mengajukan pendaftaran PPDB. Takutnya apa memang sistemnya yang eror, atau jaringan internet di kitanya atau bagaimana, soalnya enggak ada pemberitahuan lanjut,” ujarnya.
Pengalaman yang sama dirasakan oleh Asep yang mendaftarkan anak SMA Wilayah Kota Tangerang merasa kesulitan mengakses situs pendaftaran online untuk SMA padahal telah menggunakan waifai saat melakukan pendaftaran.
“Saya rasa perpanjangan PPDB melalui sistem zonasi online yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten sampai tanggal 4 Juli 2021 dirasa percuma, jika tidak adanya perbaikan dari sistem itu sendiri dari Pemerintah Provinsi Banten,” ungkapnya.
Baca juga: Gubernur Banten Kembali Pulih Usai Jalani Empat Hari Isolasi Mandiri
Menurutnya, semua warga butuh solusi dalam dalam penerimaan PPDB, jangan sampai anak didik menjadi terlantar (tidak sekolah) akibat sistem online yang tidak dapat di akses.
“Lebih parahnya lagi selain susah di akses sistim online susah di pantau, sehingga orang tua tidak bisa merubah pilihan seperti yang dijanjikan 3 kali perubahan sesuai juknis selama masa pendaftaran,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Tabrani saat di hubungi via Seluler dan Whatsappnya belum menjawab perihal tersebut. (Red)









