Berbekal Seadanya : Karang Taruna Rajawali Gelar Simulasi Penanggulagang Kebakaran

Metrobanten, Kota – Karang Taruna Rajawali menggelar simulasi kebakaran dengan warga Alam Indah RW 006, di dampingi oleh instruktur pemadam DKI Jakarta.

Simulasi digelar di lapangan futsal perumahan Alam Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu (6/1/19).

Simulasi melibatkan puluhan warga tersebut dimulai melalui pengenalan sistem pemadaman yang bersifat tradisional serta yang menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Instansi dinas pemadam kebakaran (Damkar) DKI Jakarta Serta instruktur pada kegiatan, Muhammad Barkah menyampaikan, ini merupakan edukasi kepada warga Alam Indah khususnya warga RW 006 agar mereka dapat mengetahui penanggulangan kebakaran dini dengan pola tradisional dan modern.

Kegiatan sosialisasi pemadan ini bertujuan agar warga paham betul bahaya dan kerugian akibat kebakaran, selain itu, ini untuk memberitahukan kepada para Ibu-ibu agar lebih mengerti dan responsif terhadap kejadian-kejadian kebakaran dini dengan pola tradisional menggunakan karung basah/handuk basah atau dengan cara modern dengan menggunakan APAR.

“Kebakaran jika di bawah waktu 10 menit itu masih dapat di kendalikan dan jika lebih dari 15 menit api sudah tidak dapat lagi di kendalikan dan kita harus langsung melaporkannya ke pemadam kebakaran secara cepat untuk pencegahan.

“Saya berharap semoga para warga Alam Indah dapat memahami cara pengamanan pemadaman api secara dini, Saya juga minta peran aktif dari karang taruna Rajawali dan pemuda-pemudi supaya acara tersebut dapat di jadikan pembelajaran yang baik dan berguna,” katanya.

Ketua Karang Taruna Rajawali Andjis Wirawan mengatakan, acara tersebut sengaja di buat untuk mengedukasi para warga terhadap tanggap kebakaran dini, dan kegiatan ini ingin terus kami lakukan.

kedepannya agar masyarakat khususnya warga Alam Indah dapat lebih waspada dan mengerti apa saja yang harus di lakukan dalan pemadaman api secara dini.

“Karena apresiasi dari warga yang begitu semangatnya dalam acara tersebut,  program ini akan terus kami lakukan walau modalnya agak mahal tapi kerugian akibat kebakaran itu jauh lebih mahal harganya dan saya meminta kepada pihak pemerintah agar dapat mengadakan simulasi di daerah kami ini,” tukasnya.         (Dit)

Back to top button