Aurel Oktavia Bawa Karakter Otentik Lewat Lagu Dangdut Bahasa Jawa

Aurel Oktavia Bawa Karakter Otentik Lewat Lagu Dangdut Bahasa Jawa

Metrobanten – Lagu dangdut berbahasa Jawa kini semakin digandrungi banyak orang dan dianggap identik musiknya orang pinggiran, kini berhasil menembus pendengar musik arus utama (mainstream), termasuk ke telinga kalangan anak muda.

Generasi baru penyanyi lagu berbahasa Jawa pun mulai bermunculan. Salah satunya pedangdut asal Malang, Aurel Oktavia.

Uniknya, demi keinginannya membawa genre dangdut berbahasa Jawa naik kelas, Aurel rela hijrah ke Jakarta dan bernaung di bawah label musik Andromeda Record sejak awal 2022.

Latar belakang Aurel sampai menekuni dangdut ini cukup unik dan menarik. Gadis Malang ini awalnya justru dikenal saat memenangkan lomba melafalkan ayat-ayat suci Al-Quran (Qori’) mewakili Provinsi Jawa Timur di ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ).

Nama Aurel perlahan semakin dikenal di kalangan pecinta dangdut. Para penggemar Aurel pun menyebut dirinya sebagai Uwel Lover. Mereka tidak hanya menyukai suara Aurel yang merdu, tetapi juga karakternya yang sangat sopan ke penggemarnya.

Kiprah Aurel di ibu kota ditandai dengan kemunculan single perdana berjudul “Lemah Teles” yang diciptakan oleh Vicky Prasetyo. Suara merdu Aurel di single “Lemah Teles” ini bahkan menjadi soundtrack di Sinetron RT Kampung Ambyar, MNCTV.

Tak berhenti sampai disitu, Aurel kemudian meluncurkan single baru lain yang berjudul “Tamu Kondangan”. Dalam lagu Tamu Kondangan, Aurel Oktavia kembali menggunakan bahasa Jawa.

Lirik lagu Tamu Kondangan sendiri menceritakan tentang kisah perempuan yang hancur karena ditinggal nikah tiba-tiba oleh kekasihnya. Tanpa ada kabar, tahu-tahu ia mendapat undangan dari kekasihnya yang hilang dengan wanita lain.

“Banyak generasi muda yang menikmati dan menyukai musik berbahasa Jawa sebagai media ekspresi rasa dan emosi mereka. Jadi wajar kalau single lagu saya juga banyak mengambil tema yang bisa mewakili perasaan anak muda kita,” tutur Aurel.

Aurel pun optimis dengan popularitas lagu berbahasa Jawa ini akan terus terdongkrak. Mengingat sudah terbentuknya kelompok penggemar musik berbahasa Jawa seperti Sobat Ambyar. “Realitas ini pula yang menyuntikkan semangat buat penyanyi wajah baru seperti saya. Lagu-lagu berbahasa Jawa harus eksis dan mapan,” ujar Aurel.

Kecintaan Aurel pada musik dangdut berbahasa Jawa bukannya tanpa alasan. Ia melihat bahwa musik berbahasa Jawa juga merupakan aset budaya Indonesia yang tak ternilai. “Kita lihat Korea Selatan bisa mendunia dengan K-Pop. Artinya musik dengan karakter otentik itu bisa jadi aset berharga dari sebuah bangsa,” pungkas Aurel.

Aurel pun bertekad ingin turut mempopulerkan musik dangdut berbahasa Jawa. Tak hanya makin populer, Aurel juga ingin ikut membawa dangdut berbahasa Jawa bisa semakin moncer di masa depan. (*)

Back to top button