Alur Perjalanan Indonesia-Singapura di Bandara Soetta Untuk Perjalanan Kedinasan dan Diplomatik

Alur Perjalanan Indonesia-Singapura di Bandara Soetta Untuk Perjalanan Kedinasan dan Diplomatik
Bandara Soetta.

 

Metrobanten, Bandara Soetta – Pemerintah Indonesia dan Singapura sepakati Travel Corridor Arrangement (TAC) atau Reciprocal Green Lane (RGL), yang akan diimplementasikan mulai 26 Oktober 2020.

PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) mengatakan alur perjalanan Indonesia-Singapura di Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih untuk perjalanan kedinasan hingga diplomatik.

“Skema ini khusus warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara Singapura yang ingin melakukan perjalanan bisnis mendesak, perjalanan diplomatik, dan kedinasan,” kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya yang diterima media, Ahad (18/10).

Baca juga: Wahidin Halim: Sejak Jaman Kesultanan Orang Banten Pancasilais

Untuk alur keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, skema TCA mengharuskan penumpang melalui pemindai panas tubuh (thermal scanner) di terminal penumpang pesawat. Selanjutnya menuju counter check in maskapai untuk menunjukkan hasil test PCR yang berlaku 72 jam. Setelahnya melakukan verifikasi aplikasi electronic health alert card (e-HAC).

Sebaliknya, untuk alur kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta, penumpang yang tiba di terminal kedatangan akan menuju check point clearance aplikasi e-HAC yang sudah diisi sebelum keberangkatan. Penumpang juga akan memproses imigrasi dan bea cukai dan menuju menuju check point pemeriksaan PCR test.

“Apabila dinyatakan negatif, penumpang yang baru tiba dapat melanjutkan ke tujuan akhir di Indonesia. Jika hasil positif, penumpang akan mengikuti proses karantina,” ujar Awaluddin.

Baca juga:  Jelajah Bukit Gantole Puncak, Panorama Sunset Instagenic di Bogor
 
Dia memastikan, pemeriksaan hasil PCR test akan dilakukan dua kali yakni saat keberangkatan dengan surat hasil maksimal 72 jam dan saat kedatangan di bandara. Awaluddin memastikan, AP II tengah menyiapkan fasilitas tes laboratorium di Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan WNI tidak memerlukan visa untuk masuk ke Singapura. Hal tersebut berlaku dengan syarat memiliki sponsor government agency dan enterprises di Singapura dan mengajukan safe travel pass.
 
Sedangkan untuk penumpang dari Singapura harus memiliki sponsor government atau business entity di Indonesia. Selain itu juga mengajukan visa secara daring kepada Ditjen Imigrasi Indonesia.
 
Selain itu, pelaku perjalanan dari Indonesia wajib melakukan registrasi aplikasi TraceTogether dan SafeEntry selama di Indonesia. Sementara, eligible travellers dari Singapura wajib melakukan registrasi aplikasi e-HAC dan PeduliLindungi selama di Indonesia. (red)

Check Also

Pemkot Tangerang Uji Coba Daur Ulang Sampah Jadi Briket

Pemkot Tangerang Uji Coba Daur Ulang Sampah Jadi Briket

  Metrobanten, Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melakukan uji coba pembuatan sumber energi terbarukan biomassa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup