Bentrok : Usai Aksi Jahit Mulut, Mahasiswa FAM Tangerang Aksi Depan Pemkot

Metrobanten, Kota – Usai melakukan aksi jahit mulutnya beberapa waktu lalu, gabungan mahasiswa Tangerang melanjutkan aksinya di depan gedung Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang, sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem kesehatan yang tidak berpihak kepada rakyat.

Shandi humas FAM Tangerang menginginkan agar pemerintah berpihak kepada rakyat, terlebih dengan APBD Kota Tangerang Rp 4.9 miliar serta diperkuat dengan silpa yang besar. Seharusnya Pemkot dapat membangun rumah sakit serta fasilitas yang lebih memadai agar masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tidak hanya itu seharusnya Pemkot tidak perlu mengintegrasikan program daerah menjadi program pusat (BPJS).

Aksi mulai memanas saat para aksi belum juga ditemui oleh Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Rabu (30/1/19). Sore. Aksi lempar-lemparan, dorong-dorongan pun terjadi antara Mahasiswa, Satpol PP dan Polisi.

“Pemerintah telah menzdholimi rakyat dan lebih kejam dari PKI. Padahal dua orang teman kami telah merelakan mulutnya untuk dijahit demi membela rakyat. Namun apa yang dilakukan Pemkot Tangerang, sampai detik ini tidak mau menemui kami,
Kami berpendapat Pemkot Tangerang tidak berpihak kepada rakyat.
Kami tidak mau dipimpin oleh pemimpin yang zholim,” ujar Shandi saat orasi.

Menurutnya, kami sudah melakukan kajian dan pengamatan mulai dari mensurvey beberapa Rumah Sakit yang ada di Kota Tangerang, membangun posko perjuangan kesehatan gratis tanpa syarat yang sesekali didatangi oleh masyarakat yang mengeluhkan peralatan kesehatan dari pedagang kaki lima pencari botol bekas, dan masyarakat miskin kota lainnya. Kami juga sudah membuat survey online yang terbukti 87 persen korespondèn tidak setuju adanya BPJS yang rata- rata alasannya tidak baiknya pelayanan.

Tidak ditemui, mahasiswa yang tergabung kedalam FAM Tangerang melakukan aksi dorong dorongan dengan para petugas Polisi dan Satpol PP.  Sangat disayangkan aksi berlanjut sangat anarkis sehingga ada beberapa korban berjatuhan.       (Des)

Back to top button