Si Benteng Dikritik, Direktur PT TNG: Terima Aspirasi untuk Evaluasi

Metrobanten – Transportasi angkutan umum Si Benteng mendapat kritikan dinilai kurang efektivitas. PT TNG sebagai pengelola angkat bicara dan menilai bahwa itu masukan dan bahan evaluasi yang kemudian akan menjadikan hal tersebut sebagai konsen untuk melakukan penyempurnaan layanan.
Direktur PT TNG Muhamad Rijal mengungkap hal tersebut adalah bagian yang saat bermanfaat buat pihaknya agar lebih baik dalam mengembangkan dan memaksimalkan penggunaan tranportasi si benteng sehingga bisa lebih baik dalam pelayanan dan membantu menyumbang PAD (pendapatan asli daerah) untuk pemerintah Kota Tangerang.
“Dari kami PT PNG karena memang mengawasi benteng itu memang ada penugasan ke kami. Jadi kritikan menjadi suatu hal yang bermanfaat buat kami. Karena dengan kritikan itu akan menjadi konsen kami untuk Bagaimana menyempurnakan Si Benteng agar maksimal,” Ujar Rijal saat ditemui di kantornya, Jumat (17/4/2026).
Dimana Rijal menuturkan bahwa pihaknya sangat merespon masukan yang terus dilakukan, baik dari DPRD, aktivis, masyarakat dan media sebagai sosial kontrol.
“Kami berterimakasih, dengan adanya masukan tersebut. Kami langsung melakukan evaluasi terkait rute si Benteng yang di nilai kurang tepat penempatan jalur yang kemudian nanti akan menggeser ke rute yang lebih ramai sehingga tidak mubajir dan dapat di rasakan langsung oleh masyarakat dampak keberadaannya,” Paparnya.
“Nantinya dari yang sebelumnya dinilai kurang ramai armadanya kita kurangin dan dipindah ke rute yang di nilai ramai mobilitas masyarakat. Sehingga anggaran subsidibyang telah disiapkan ini bisa berguna dan tepat sasaran sehingga tidak mubazir,” tambahnya.
Pria yang juga mantan politisi dari Partai PDIP ini mengungkap bahwa saat ini pelayan tranportasi Si Benteng terus mengalami peningkatan, baik di rutenya maupun dalam fasilitas yang ada di dalam angkutan itu. Karena semua terintegrasi dengan kantor dan terus di monitoring.
“Saat ini, alhamdulillah mengalami kenaikan yang signifikan. Dimana dari adanya si Benteng bisa menghasilkan sekitar 9 juta hingga 10 juta perharinya, meskipun tarifnya hanya 2 ribu rupiah dan gratis untuk pelajar,” paparnya.
Dari rute yang ada sudah menjangkau semua sarana publik, mulai dari sekolah, rumah sakit, puskesmas, kelurahan, kecamatan dan tempat pusat perbelanjaan yang saling terintegrasi baik pergi dan pulangnya.
Dalam waktu dekat pihaknya juga berencana akan membuat kartu pembayaran agar mempermudah masyarakat dalam proses pembayaran.
“Saat ini pembayaran non tunai yang ada akan terus kita kembangkan. Saat ini sedang kita bahas tentang pembayaran lewat kartu sehingga masyarakat yang tidak memiliki sarana berbagai pembayaran digital bisa juga terlayani,” harapnya.
Tidak hanya itu, dalam mendukung program pemerintah dalam rangka penghematan bahan bakar pihaknya terus melakukan manuver dan sosialisasi kepada masyarakat agar menggunakan transportasi umum yang telah disediakan oleh pemerintah.
“Ini menjadi suatu momen yang pas untuk mengajak masyarakat dengan melakukan sosialisasi diberbagai tempat agar beralih menggunakan transportasi massal, yang telah disiapkan pemerintah dimana fasilitasnya juga sudah bagus dan ada AC dan bayarnya juga hanya 2.000 rupiah,” tukasnya. (Wan)









