Ketua DPRD Kota Tangerang Dorong Pemkot Prioritaskan Pengolahan Sampah

Ketua DPRD Kota Tangerang Dorong Pemkot Prioritaskan Pengolahan Sampah
Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam,.

Mertobanten – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama DPRD Kota Tangerang mematangkan rencana strategis pembangunan untuk tahun anggaran 2025 dan 2026.

Dalam agenda Safari Pembangunan, Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menekankan bahwa selain pembangunan infrastruktur fisik, fokus besar akan diarahkan pada penanganan sampah serta penguatan pelayanan dasar masyarakat.

Rusdi menyampaikan, sepanjang tahun 2025 Pemkot Tangerang telah menjalankan berbagai program pembangunan baik fisik maupun non-fisik. Sejumlah capaian yang disorot antara lain penguatan sarana kesehatan melalui pembangunan puskesmas, penanganan banjir di sejumlah titik krusial, hingga penyediaan fasilitas Graha Kita Bersama sebagai pusat pelayanan kewilayahan.

“Pemerintah kota saat ini memprioritaskan penguatan pelayanan dasar. Mulai dari pembangunan infrastruktur kewilayahan seperti Graha Kita Bersama hingga peningkatan fasilitas kesehatan melalui pembangunan sejumlah puskesmas di berbagai titik,” ujar Rusdi saat ditemui usai Safari Pembangunan di GOR Nambo, Kecamatan Karawaci, Selasa (3/2/2026).

Selain itu, kata dia, penanganan banjir juga tetap menjadi fokus utama dengan melakukan pembenahan di lokasi-lokasi rawan yang pengerjaannya terus berjalan sepanjang tahun ini.

Memasuki rencana strategis tahun 2026, Rusdi menyoroti isu pengelolaan sampah sebagai agenda prioritas yang akan didorong dalam skala lebih besar. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) terkait pentingnya transformasi sampah menjadi energi listrik.

“Ke depan, di 2026, kita akan mendorong penanganan dan pengelolaan sampah dalam skala yang lebih besar,” katanya.

Rusdi menjelaskan, Kota Tangerang menjadi bagian dari skema kepesertaan Danantara untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik. Ia menekankan pentingnya membedakan penanganan antara sampah baru yang masuk dengan tumpukan sampah eksisting di TPA Rawa Kucing.

“Tidak mungkin selamanya TPA Rawa Kucing dibiarkan terbuka begitu saja. Harus ada pengolahan pada tumpukan sampah yang sudah ada agar lahan TPA bisa kita urai dan manfaatkan untuk kegiatan lain,” tambahnya.

Di sektor pendidikan, Rusdi memastikan pemenuhan pelayanan dasar masyarakat tetap terjaga melalui berbagai program bantuan biaya pendidikan. Program tersebut mencakup pemberian beasiswa bagi mahasiswa melalui Dinas Sosial serta penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOP) bagi sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota.

Rusdi berharap melalui skema tersebut, masyarakat Kota Tangerang dapat mengakses pendidikan yang berkualitas namun tetap terjangkau. Ia juga menyebut DPRD akan terus mengkaji pemberian fasilitas tambahan bagi sekolah swasta dengan tetap mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan anggaran daerah. (Ds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button