6 Jenis Operasi Jantung yang Perlu Diketahui

6 Jenis Operasi Jantung yang Perlu Diketahui
Ada beberapa jenis operasi jantung yang dapat dilakukan untuk memperbaiki berbagai masalah pada organ jantung.

 

Metrobanten, Kesehatan – Ada beberapa jenis operasi jantung yang dapat dilakukan untuk memperbaiki berbagai masalah pada organ jantung. Tak hanya sekadar mengatasi masalah jantung agar dapat berfungsi dengan baik, operasi jantung juga dapat memperpanjang harapan hidup penderita gangguan jantung.

Penyakit jantung diklaim sebagai penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah diperkirakan mencapai 18 juta kasus pada tahun 2016.

Fakta ini tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi nomor dua di Indonesia setelah stroke. Setidaknya, satu dari empat kematian orang di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung.

Kondisi yang Perlu Ditangani dengan Operasi Jantung

Operasi jantung dapat dilakukan untuk memperbaiki kerusakan dan kelainan pada jantung, mengganti katup jantung, memasang alat pacu jantung, hingga mengganti jantung yang rusak dengan jantung yang sehat.

Berikut ini adalah beberapa macam penyakit jantung yang perlu ditangani dengan operasi jantung:

  • Penyakit katup jantung
  • Aritmia
  • Endokarditis
  • Penyumbatan pembuluh darah jantung
  • Penyakit jantung koroner
  • Gagal jantung

Selain itu, prosedur operasi jantung juga dapat dilakukan pada anak-anak untuk mengatasi penyakit jantung bawaan yang merupakan kelainan pada struktur dan fungsi jantung sejak lahir.

Berbagai Jenis Operasi Jantung

Jenis operasi jantung yang dilakukan tergantung pada penyakit yang diderita. Berikut ini adalah beberapa jenis operasi jantung beserta penyakit jantung yang dapat diatasinya:

1. Operasi bypass jantung (CABG)

Operasi bypass jantung (CABG) merupakan tindakan bedah untuk mengatasi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung pada penderita penyakit jantung koroner.

Prosedur ini dilakukan dengan cara mencangkok pembuluh darah yang sehat dari bagian tubuh lain ke pembuluh darah jantung yang tersumbat.

Baca juga: Kenali  Berbagai Manfaat Menakjubkan Dari Cara Sehat Minum Madu

Pembuluh darah baru ini kemudian akan menggantikan fungsi pembuluh darah jantung yang rusak untuk mengalirkan darah dan oksigen ke area jantung yang mengalami kekurangan pasokan darah.

Dengan demikian, gejala penyakit jantung koroner, seperti angina, dan risiko serangan jantung pun akan berkurang.

2. Operasi katup jantung

Operasi katup jantung merupakan prosedur yang dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang mengalami kerusakan agar jantung dapat berfungsi normal kembali.

Jika katup jantung masih dapat dipertahankan, dokter akan melakukan perbaikan pada katup jantung dengan beberapa cara, seperti menutup lubang pada katup jantung, menghubungkan kembali katup jantung yang terpisah, dan memperkuat jaringan di sekitar katup jantung.

Baca juga: Manfaat Wortel Tak Cuma Menyehatkan Mata, Tapi untuk Kesehatan Tubuh Anda

Namun, bila katup jantung tidak dapat diperbaiki, dokter akan melakukan penggantian katup jantung. Katup jantung yang rusak dapat diganti dengan katup jantung mekanis atau katup jantung dari pendonor.

3. Angioplasti koroner (PCI)

Angioplasti koroner adalah salah satu jenis operasi jantung yang dilakukan untuk membuka penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan dan menggembungkan balon khusus di bagian pembuluh darah yang tersumbat untuk melebarkannya.

Angioplasti kerap dikombinasikan dengan penempatan tabung kawat kecil (stent atau ring) yang bertujuan untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka dan mencegahnya kembali menyempit.

Meski memiliki tujuan yang serupa dengan operasi bypass, yaitu meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung, angioplasti tidak disarankan dilakukan pada pasien yang memiliki otot jantung lemah, menderita diabetes, atau memiliki banyak pembuluh darah jantung yang bermasalah.

4. Ablasi Jantung

Ablasi jantung merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengatasi aritmia atau gangguan irama jantung. Prosedur ini dilakukan dengan cara membuat sayatan pada paha atau leher untuk memasang kateter di pembuluh darah yang menuju ke jantung.

Di bagian ujung kateter terdapat elektroda yang berfungsi untuk menghancurkan sebagian kecil jaringan jantung yang menyebabkan gangguan irama jantung. Jika dibiarkan tanpa penanganan, aritmia dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa penderitanya.

5. Implan alat pacu jantung atau ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator)

Alat pacu jantung (pacemaker) dan ICD (implantable cardioverter defibrillator) merupakan alat yang digunakan untuk mengatasi aritmia dan mengatur irama jantung. Meski sama-sama digunakan untuk mengendalikan irama jantung, kedua alat ini memiliki perbedaan.

Alat pacu jantung dapat mengendalikan irama jantung yang tidak normal dengan cara mengirimkan dorongan listrik bertenaga rendah pada jantung. Dengan demikian, jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan optimal.

Sementara itu, ICD dapat mengalirkan aliran listrik yang lebih tinggi pada jantung saat gangguan pada irama jantung terdeteksi. Oleh karena itu, ICD digunakan pada penderita aritmia yang lebih berisiko mengalami henti jantung mendadak.

6. Transplantasi jantung

Transplantasi jantung merupakan tindakan bedah yang dilakukan untuk menggantikan jantung yang sudah rusak dengan jantung dari donor yang sehat. Prosedur ini umumnya dilakukan pada penderita gagal jantung stadium akhir.

Meski semakin canggih dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, operasi transplantasi jantung juga memiliki risiko, seperti reaksi penolakan tubuh terhadap jantung yang baru. Namun, kondisi ini bisa diminimalisir dengan mengonsumsi obat imunosupresan.

Jika dilakukan dengan tepat, operasi jantung dapat meningkatkan kualitas dan peluang hidup penderita penyakit jantung. Bahkan, operasi jantung dapat memperpanjang usia penderita hingga 10 tahun ke depan atau lebih.

Namun, agar hasil operasi jantung yang Anda peroleh benar-benar maksimal, Anda tetap perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin, dan berhenti merokok.

Penyakit jantung akan lebih mudah ditangani bila terdeteksi lebih awal. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala penyakit  jantung, seperti jantung berdebar, detak jantung tidak teratur, serta nyeri di  dada, leher, dan punggung. (red)

Check Also

Indonesia Kirim Bantuan 200 Unit Oxygen Concentrators ke India

Indonesia Kirim Bantuan 200 Unit Oxygen Concentrators ke India

  Metrobanten, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia mengirim sejumlah bantuan untuk membantu penanganan Covid-19 di ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup