Pengaruh Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Pengaruh Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia
Adie MS Bersama Twilite Orchestra.

 

Metrobanten, Gaya Hidup – Sama seperti suara lainnya, suara musik yang diterima oleh telinga memiliki efek terhadap otak dan menghasilkan persepsi tertentu. Tetapi tidak hanya itu, rangkaian nada dari musik juga dapat memengaruhi bagaimana otak bekerja dan merespons stimulus, baik dari luar maupun dalam tubuh.

Salah satu komposer ternama Indonesia, Addie MS, mengatakan sisi lain dari keindahan musik adalah simbol persatuan dan kebersamaan dalam perbedaan.

“Musik orkestrasi itu menjadi alat edukasi, dan belakangan ini menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, terutama sekolah swasta. Kalau di luar negeri, tingkat Asia saja misalnya, orkestrasi ini sudah menjadi kegiatan resmi di sekolah. Ini sangat membanggakan,” ujar Adie MS.

“Saya pertama kali masuk ke sekolah dan coba mengenalkan orkestra ini di tahun 1998. Sejak saat itu, saya seringkali mensosialisasi musik-musik orkestrasi ini ke masyarakat luas, terutama melalui sekolah,” tambahnya.

Fenomena bagaimana musik dapat memengaruhi otak manusia sudah diteliti sejak lama. Anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi diperlukan gotong royong dari berbagai bagian otak untuk mengenali dan merangkai suara yang diterima saat kita mendengarkan musik.

Apa saja efek musik pada kinerja otak?

1. Musik memicu perkembangan otak

Saat dilahirkan, otak bayi tidak sama seperti pada otak orang dewasa. Otak akan mengalami proses diferensiasi saat masa kanak-kanak. Proses ini terjadi dengan mengenali lingkungan sekitar, terutama mengenali suara, ucapan, serta nada tertentu.

Suatu studi oleh Nina Kraus yang dimuat di website Live Science menunjukkan bahwa orang yang berlatih main alat musik dapat merespons suara dan bahasa lebih baik. Mereka juga akan cenderung mengalami proses penuaan otak yang lebih lambat. Dalam studi lainnya, Kraus juga menemukan bahwa berlatih alat musik bisa meningkatkan kemampuan seseorang untuk mendengar dalam suasana bising dan mengenali aspek emosi dari suatu ucapan.

2. Membantu otak berpikir lebih kreatif

Setiap mendengarkan musik yang baru, otak kita membentuk struktur kecil baru berdasarkan rangkaian nada yang didengar. Proses tersebut juga membantu kira membentuk cara berpikir yang baru.

Fakta menarik lainnya adalah jika kita rajin mengikuti tren musik atau mendengarkan musik yang baru dapat meningkatkan kreativitas.

Memang banyak orang, terutama yang sudah tak muda lagi, lebih suka mendengarkan lagu-lagu dari masa mudanya dibanding lagu-lagu baru yang sedang tren. Lagu-lagu baru ini mungkin tidak terlalu enak didengar karena otak kita tidak terbiasa dengan rangkaian nada tersebut, tetapi rutin mendengarkan musik baru justru dapat mendorong otak untuk memahami hal baru.

3. Membantu mempelajari bahasa baru

Rangkaian nada dari musik menimbulkan respon yang mirip dengan bahasa. Baik nada maupun bahasa disimpan pada struktur otak yang berkaitan dengan proses motivasi, reward, dan emosi.

Mempelajari bahasa dari lirik lagu tertentu yang menggunakan bahasa lain selain bahasa ibu kita akan membuat otak lebih cepat mengingat dan memprediksi struktur kalimat dan bahasa yang digunakan di lagu tersebut. Dengan cara tersebut, bahasa diproses dan diingat bersamaan dengan nada pada bagian otak besar dan amygdalla, bukan di lobus frontal yang digunakan untuk menghafal atau mengingat.

4. Memicu distraksi

Distraksi terjadi pada saat otak tidak merespons suatu stimulus secara normal. Hal tersebut tentu bermanfaat jika kita ingin menghindari stimulus yang membuat kita berhenti beraktivitas, contohnya saat kita sedang berolahraga.

Saat berolahraga, stimulus yang paling sering muncul adalah rasa lelah yang dikirimkan tubuh kepada otak yang memberi perintah untuk berhenti dan beristirahat. Dengan mendengarkan musik, otak akan lebih banyak memproses suara yang diterima, dibandingkan fokus pada rasa lelah. Tetapi cara ini mungkin hanya efektif untuk aktivitas olahraga ringan dengan gerakan berulang, serta tidak menimbulkan rasa nyeri.

Untuk menghasilkan efek distraksi yang efektif, dengarkan jenis musik yang membuat Anda termotivasi. Pilihlah musik dengan tempo sedang namun tidak terlalu cepat dan tidak terlalu berisik dengan intensitas sekitar 145 bpm. Tempo musik sedang lebih mudah disesuaikan dengan gelombang otak, karena otak tetap dapat memproses informasi dari suara. Sedangkan jika terlalu cepat dan terlalu berisik, otak tidak dapat memproses informasi dan tidak akan membuat otak lebih termotivasi.

5. Membantu mengingat

Musik dapat memicu kerja otak dalam menggali suatu informasi yang diingat oleh seseorang. Masih belum diketahui bagaimana sebenarnya mekanisme tersebut terjadi, namun terdapat teori bahwa hal tersebut mirip dengan fenomena sinestesia di mana otak seseorang memunculkan persepsi berupa gambar dan emosi saat mendengar suatu musik atau lagu.

Berdasarkan hasil beberapa studi, para peneliti juga sepakat bahwa rangkaian nada dapat membantu pasien dengan gangguan demensia ataupan trauma otak untuk mengingat lebih baik. (arsa)

Check Also

Kapolsek Walakanta Serang Dicopot Akibat Kerumunan Massa Menonton Sepak Bola

Kapolsek Walakanta Serang Dicopot Akibat Kerumunan Massa Menonton Sepak Bola

  Metrobanten, Serang – Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri langsung dimutasi sebagai pimpinan kepolisian di kecamatan ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup