Bareskrim Tetapkan 8 Orang Tersangka Kebakaran Kejagung

Bareskrim Tetapkan 8 Orang Tersangka Kebakaran Kejagung
Kepolisian, penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka kebakaran Kejagung.

 

Metrobanten, Jakarta – Bareskrim Polri menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terjadi dua bulan silam.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Bareskrim dan Kejagung melakukan gelar perkara. Gelar perkara dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan dalam kebakaran gedung tersebut.

“Kita tadi menetapkan delapan tersangka dalam kasus kebakaran ini karena kealpaannya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Diduga LGBT, Brigjen Pol EP Dijatuhi Sanksi Non-Job Sampai Pensiun

Penyidik memeriksa 131 orang, dan 64 di antaranya berstatus saksi. Olah TKP di lokasi kebakaran Kejagung dilakukan enam kali.

“Hari ini Jum’at (23/20/20) jam 10.00 wib,  dari kepolisian, penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka daripada kebakaran Kejagung ini, biar jelas, masyarakat biar tahu, biar jelas seperti apa, apakah itu suatu kealpaan atau itu ada pembakaran,” jelas Argo.

Baca juga: Provinsi Banten Tetapkan Perpanjangan PSBB Tahap II

Tersangka dikenakan Pasal 188 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Seperti diketahui, gedung utama Kejaksaan Agung terbakar pada Sabtu (22/8/2020). Proses penyidikan kasus ini sudah berlangsung 2 bulan, namun penetapan tersangka baru dilakukan hari ini.

Polri dan Kejagung menggelar ekspose untuk menentukan penyebab dan tersangka kebakaran. Hasilnya, tidak ada unsur kesengajaan dalam kebakaran ini. (red)

Check Also

Kapolsek Walakanta Serang Dicopot Akibat Kerumunan Massa Menonton Sepak Bola

Kapolsek Walakanta Serang Dicopot Akibat Kerumunan Massa Menonton Sepak Bola

  Metrobanten, Serang – Kapolsek Walantaka AKP Kasmuri langsung dimutasi sebagai pimpinan kepolisian di kecamatan ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup