Seorang Pemuda Dibacok Saat Keliling Bangunkan Sahur di Cipare

Seorang Pemuda Dibacok Saat Keliling Bangunkan Sahur di Cipare
Muhammad Fahrurozi, santri asal Serang, Banten yang dibacok kelompok berandalan saat bangunkan sahur, Kamis (6/5/2021)

 

Metrobanten, Serang – Seorang remaja menjadi korban pembacokan saat  membangunkan sahur, di Kelurahan Cipare, Kota Serang, Banten, pada Rabu, 21 April 2021, sekitar pukul 03.00 wib.

Kondisi Muhammad Fahrurozi (15) pemuda asal Serang, korban pembacokan saat hendak bangunkan warga sahur kini masih merasakan sakit.

Dia mengaku bahwa kondisi kesehatannya kian hari membaik, hanya saja beberapa bagian tubuhnya masih belum bisa digerakkan.

“Alhamdulillah sudah agak membaik, cuma bagian tangan kanan sama kaki kiri belum bisa digerakin,” ujar Muhamad Fahrurozi saat ditemui di Jalan Tubagus Swandi Lingkar Selatan, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: 3 Hari Penyekatan, Kakorlantas: 70 Ribu Kendaraan Diputarbalik Terindikasi Mudik

Terduga pelaku keributan yang ditangkap polisi berinisial MAD (19), MM (18), S (19) dan MF (18). sedangkan korban pembacokan  Muhamad Fahrurozi (15). Semuanya merupakan warga Kelurahan Cipare, Kota Serang, Banten.

“Pelaku yang diduga masih kelompok dari GBR (Garda Bangsa Reformasi),” kata Kasatreskrim Polres Serang Kota (Serkot), AKP Mochammad Nandar, melalui rilisnya, Sabtu (08/05/2021).

Peristiwa berdarah terjadi pada Rabu, 21 April 2021 sekitar pukul 03.00 Wib, ketika empat remaja Kampung Kelapa Endep, Kelurahan Cipare sedang nongkrong dirumah MAD.

Kemudian ada rombongan tak dikenal yang sedang membangunkan sahur melintas dan memukuli remaja di kampungnya.

Buang Celurit ke Sungai

MAD mengambil celurit di rumahnya. Lantas, beserta tiga temannya menghampiri kelompok pembangun sahur itu.

“Pelaku MAD membacok korbannya MF, di bagian leher, pinggang dan lengan kanan. Kemudian pelaku membuang celurit ke sungai dekat rumahnya,” terangnya.

Baca juga: Para Sopir Angkot Minta Pengoperasian Kembali Stasiun KA Rangkasbitung

Berdasarkan hasil pemeriksaan, MM (18), S (19) dan MF (18) dibebaskan, karena tidak terbukti melakukan penganiayaan.

Sedangkan MAD telah dijadikan tersangka dan mendekam di balik jeruji Polres Serkot.

“Pelaku dijerat pasal 80 Undang-undang (UU) RI nomor 17 tahun 2016, atas perubahan kedua UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, juncto pasal 351 KUHP, dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun,” dia menjelaskan. (red)

Check Also

Sambut Hari Bhayangkara Ke-75, Polda Banten akan Gelar Vaksinasi Massal

Sambut Hari Bhayangkara Ke-75, Polda Banten akan Gelar Vaksinasi Massal

  Metrobanten, Serang – Dalam Rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-75 dan percepatan vaksinasi Covid-19, Polda ...

www.metrobanten.co.id | Informasi Faktual & Gaya Hidup